Beberapa bulan ini kota Surakarta sudah mulai menyusul tetangganya kota Yogya dengan mulai mengoperasikan BRT (Bus Rapid Transportation, red). Bagaimanapun pengoperasian ini tentunya bertujuan baik untuk mengurangi problem transportasi kota. Sayang dalam pelaksanaan di lapangan terlihat masih banyak kelemahan. Ini wajar karena sebagai “pemula” dalam pengoperasiannya, jelas memerlukan proses untuk menjadi makin mantap.
Tetapi jika fenomena-fenomena yang ada di lapangan tidak segera dianalisa dan diantisipasi jelas nanti kedepan akan menumpuk, menjadi akut bahkan bisa menyebabkan pengoperasian BRT bukannya menyelesaikan sebagian problem, malah menambah problem dalam transportasi kota.
Bukan ingin membanding-bandingkan, Yogyakarta memang lebih siap dalam hal pengoperasiannya. Pengoperasian BRT di kota ini sudah terlihat dipersiapkan matang jauh hari sebelumnya. Dari hal bagaimana pembuatan corridor, trayek yang ditempuh antar corridor, halte dan cara serta awak BRT terlihat dipersiapkan secara khusus.
Baca selebihnya »
Filed under: EDITORIAL | Tinggalkan sebuah Komentar »