RAPBS SMA 3 Solo Didemo Siswa


//profiles.friendster.com/14601817) 

Solo, Target News

Siswa SMA Negeri 3 Solo, berdemo membongkar dugaan penyimpangan proyek di sekolahnya. Dalam aksi di aula sekolah, para siswa memberi data-data valid terkait penyimpangan tersebut.

Kegiatan belajar-mengajar di salah satu SMA favorit di Solo itupun menjadi sedikit tersendat. Pasalnya kebanyakan siswa mengikuti unjuk rasa. Sementara guru-guru yang hendak masuk kelas untuk mengajar pun balik kucing ke ruang guru.

Aksi berlangsung dari pukul 09.00 hingga 11.00. Perdebatan antara siswa dengan komite sekolah dan kepala sekolah menjadi tidak terhindarkan. Di tengah-tengah pengurus komite dan kepala sekolah, para siswa yang menamakan diri SOSM (Save Our School Mission) itu tanpa gentar membeberkan dugaan penyimpangan di sekolahnya.

Menurut mereka, dugaan penyimpangan dalam proyek pembangunan di sekolah itu sudah tercium cukup lama. Tapi bukti-bukti baru selesai dikumpulkan pekan-pekan kemarin. “Setelah kuat ada bukti, kami baru bisa menggelar aksi hari ini,” ujar pengurus SOSM, Zahra Nur Eriza, 16 th kepada wartawan Target.

Dia memaparkan melencengnya realisasi anggaran dari pihak sekolah terjadi sejak 2004 hingga 2007. Itu bisa dipantau dari RAPBS (Rancangan Anggaran Perencanaan Belanja Sekolah). Salah satu contoh anggaran yang diduga diselewengkan adalah alat multimedia.”Pengadaan Alat ini sebetulnya sudah dianggarkan di RAPBS 2007, tapi hingga kini belum diwujudkan, beber dia.

Kemudian ada beberapa perencanaan anggaran pembangunan pada 2004-2007 yang tidak sesuai prosedurnya. misalnya ada anggaran pembangunan pada 2007 yang telah dialokasikan APBS, tapi pelaksanaannya baru dikerjakan 2008. Padahal pada tahun 2008 ini juga ada anggaran untuk item pembangunan yang sama. Munculnya persoalan-persoalan ini membuat para siswa meminta sekolah mengaudit ulang keuangan proyek-proyek itu, yakni sejak uang didapat dari siswa hingga diolah menjadi sebuah program pembangunan yang nyata.”kami minta transparansi dari sekola’” minta Zahira.

Ditegaskan dia, jika pihak sekolah tidak mau mengaudit seluruh pengeluaran keuangan sekolah, siswa menuntut kepala sekolah mundur dari jabatannya. Para siswa juga meminta pengembalian uang yang diduga telah diselewengkan itu.

Menanggapi aksi para siswanya, kepala sekolah SMA Negeri 3, Solo, Sunarso tidak mau berkomentar banyak. Ditemui usai aksi, dia malah menyerahkan persoalan ini kepada komite sekolah.”Kami belum bisa berkomentar, tanyakan kepada komite,” minta dia sambil meninggalkan kejaran wartawan.

Secar terpisah Wakil Ketua Komite Sekolah, Bambang Martono mengatakan pihaknya tidak mau masuk ke dalam persoalan yang terjadi di sekolah. Meski menyadari ada hal-hal yang terkait kebijakan sekolah yang kurang memuaskan pihak komite sekolah. “Tapi kami mencoba untuk melakukan langkah-langkah pembenahan,” terangnya.

Langkah ini diwujudkannya saat mengadakan lokakarya di Tawangmangu, Karanganyar awal 2007 lalu. Dalam acara itu disusun proker (program kerja) perubahan sistem keuangan sekolah. “Nah mulai masuk 2008 ini ada sebuah program baru, yakni transparansi keuangan. Dalam lokakarya ini, kami hanya mejalankan fusi sebagai komite sekolah,” tambah dia.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: