Purwodadi, Target news
Kabar terakhir dari dunia internasional dengan dibuatnya satu film berjudul “Fitna” oleh Geert Wilders seorang anggota parlemen Negeri Belanda, menjadi perhatian besar tanah air saat-saat ini. Bagaimana tidak, film berdurasi kira-kira 15 menit tersebut sangat-sangat mendiskreditkan Islam yang dipeluk sebagian besar rakyat Indonesia.
Tak kurang di Purwodadi, Paguyuban Sedulur Tunggal Galih (SETUNGGAL) yang merupakan Forum Lintas Agama di Kabupaten Grobogan dan sekitarnya membuat “Surat Pernyataan” yang menentang pembuatan dan peredaran Film Fitna tersebut.
Dalam Petikannya Paguyuban ini juga menerangkan beberapa hal yang menjadi pendirian Paguyuban, mulai dari proses pembuatan dimana sudah ada yang menentangnya sampai dasar-dasar mengapa dilakukan penentangan.
Berikut Surat Pernyataan Paguyuban tersebut :
PERNYATAAN SIKAP : PAGUYUBAN SEDULUR TUNGGAL GALIH
TENTANG FILM “FITNA”
1. Sangat menyesalkan tindakan Geert Wilders yang membuat dan mengedarkan film
“fitna” yang melukai dan menyakiti hati saudara-saudara muslim.
2. Tindakan Wilders menunjukkan tidak tersambungnya hati dengan hati, yang
disebabkan oleh tidak adanya dialog. Tindakan Wilders hanya didasarkan pada
prasangka buruk dan salah mengerti terhadap pihak lain.
3. Oleh sebab itu, Paguyuban SETUNGGAL mengajak semua pihak untuk hidup sebagai
saudara yang mengepankan dialog atas segala hal. Semua pihak mengasah
kepekaan hati agar tidak saling melukai, menyakiti, apalagi mengakibatkan
penderitaan orang lain. Sebaliknya justru mengupayakan hidup rukun dan ramah serta
nir-kekerasan.
4. Ajakan SETUNGGAL tersebut dilampiri beberapa surat, yang intinya mengajak
menumbuh-kembangkan hidup yang penuh damai-sejahtera. Surat itu adalah :
Pertama, SURAT KEPRIHATINAN BERSAMA TERHADAP RENCANA
PEMBUATAN FILM AL QUR’AN OLEH GEERT WILDERS. Surat ini dikeluarkan
oleh SOBAT, yaitu organisasi persahabatan lintas iman yang kelahirannya diprakarsai
oleh Pesantren Edi Mancoro, Sinode GKJ dan Lembaga Percik, Salatiga. Dan
jejaringnya meliputi seluruh daerah di Jawa Tengah. Paguyuban SETUNGGAL
adalah jejaring SOBAT. SOBAT sudah mengeluarkan surat pada 21 Pebruari 2008
yang ditujukan ke Gereja Kristen di Belanda, Kerk In Actie di Belanda, Sohbet di
Belanda, Persekutuan Kristen Indonesia (PERKI) di Belanda. Isinya mendesak agar
rencana Wilders membuat film “fitna” tidak dilanjutkan. Kedua, SURAT TERBUKA
DAN AJAKAN DARI PARA PEMIMPIN MUSLIM. Surat ini ditandatangani oleh
pemimpin muslim se dunia. Diterbitkan bertepatan Hari Raya Idhul Fitri,1428H (13
Oktober 2007). Surat tersebut ditujukan kepada para pemimpin umat Kristen se dunia.
isinya ajakan untuk lebih mengembangkan dialog. Sebab, kerukunan Islam dan Kristen
menentukan perdamaian di dunia ini. Kedua agama itu memiliki panggilan dari Allah
yang sama, yaitu mengasihi Allah Yang Esa dengan segenap hati, jiwa, akal budi dan
kekuatan. Serta mengasihi sesama seperti diri sendiri.Ketiga, Pernyataan Bersama NU,
PGI dan KWI menanggapi PERBER, Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri
Nomor : 9 dan 8 tahun 2006, berisi ajakan untuk memelihara kerukunan antar umat
beragama dan agar pemerintah serta aparat keamanan menjamin keamanan dan
kebebasan umat yang menjalankan ibadah sesuai agama masinmg-masing. Keempat,
Rangkuman Hasil Konggres Tokoh Agama se Indonesia tanggal 22-24 Agustus 2006.
Rekomendasi dari Konggres itu antara lain : kewajiban pemerintah untuk menjamin
kebebasan beribadat dan peningkatan penghayatan dan pengamalan nilai-nilai agama
yang dipeluk.
Pengurus Paguyuban SETUNGGAL :
Ketua : Pdt. Paulus Pudjaprijatma.
Wakil Ketua (Bidang Kajian) : Pdt. R.Tyas Budi Legowo, S.Th.
Wakil Ketua (Bidang Kegiatan/aksi) : Muslikin Hamdi, S.Hi.
Wakil Ketua (Bidang Penggalangan Dana) : Drs. Anis Yusuf.
Sekretaris I : Pdt. Dwi Ariyanto, S.Si.
Sekretaris II : Suharto, SH.
Bendahara I : Ray. Sri Purnamawati, SH, MH
Bendahara II : Kurniawan, SH.
Sekretariat : Jl. Cempaka II/09 Purwodadi No Telp.
(0292) 421360
(HTK)
DIarsipkan di bawah: Berita Utama







