Grobogan, Target news
Konflik internal yang terjadi di lingkungan Kampus Stikes dan Akbid An-Nur Purwodadi, Grobogan yang selama ini banyak disorot beberapa media yang pada akhirnya menjadikan resah sebagian masyarakat Purwodadi terutama yang memiliki anaknya bersekolah disana. Dari penelusuran lebih lanjut, konflik internal ini terkesan terlau dibesar-besarkan.
Pasalnya Perguruan Tinggi Swasta (PT Swasta) yang bernaung di Yayasan An-Nur yang diketuai Satra Dama ST. MT. memang akhir-akhir ini sedang mengalami perubahan di tubuh Yayasan itu sendiri. Perubahan-perubahan tersebut rupanya sempat menjadi kekhawatiran beberapa pengelola Perguruan Tinggi tersebut termasuk direktur Akbid dan ketua Stikes serta beberapa dosen pengajar disana. Akan tetapi setelah semua pihak bertemu dengan Pegurus yayasan An-Nur yang baru dan berkonsolidasi ternyata tidak demikian. Anggapan-anggapan tentang adanya Preman kampus, pengambilan paksa aset-aset perguruan Tinggi serta dugaan beberapa dosen tentang kesewenang-wenangan pengurus yayasan ternyata hanya isapan jempol belaka.
Terjadinya perubahan kepengurusan Yayasan dikarenakan adanya perbaikan dibidang administrasi agar lebih baik dibanding sebelumnya, termasuk pengelolaan keuangan di Perguruan Tinggi agar lebih baik dari sebelumnya.
Yayasan An nur yang beralamat di jalan gajah Mada 07, Purwodadi-Grobogan untuk gelombang I tahun ini menerima 250 orang. Lebih dari 700 mahasiswa/mahasiswi mengenyam pendidikan di kedua kampus tersebut.
Terbitnya SK menteri Hukum dan HAM RI dengan nomor AHU-1534.AN.01.02 yang diterbitkan tahun 2008 ini memberikan konsekuensi tertentu. Bahwa hak dan wewenang pejabat lama di dalam Stikes dan Akbid An-Nur, serta segala usaha yang diselenggarakan mengatasnamakan yayasan An-Nur hanya sah apabila didasarkan pada keputusan kepengurusan yayasan An-Nur sesuai UU RI dan SK menteri Hukum dan HAM yang baru pula.
sementara itu Ka. Dinas P & K Kab. Grobogan, Drs. Bambang Rusminto, MM. yang dihubungi Target news memang mengaku bahwa pihaknya pernah menjadi fasilitato rpertemuan sejumlah pihak baik dari Yayasan An-Nur yang baru beserta penasehat hukumnya dengan direktur Akbid yang didampingi Ketua Stikes An-Nur. Pertemuan diadakan di ruang dinas wakil Bupati Grobogan untuk membicarakan permasalahan yang muncul selama ini. Turut hadir dalam pertemuan ini beberapa pengajar baik dari Akbid maupun Stikes An-Nur, dimana dalam pertemuan tersebut, ketika semua pihak mengeluarkan unek-uneknya sehingga semua pertanyaan masing-masing yang selama ini mengganjal terjawab sudah.
Dalam penjelasannya lebih lanjut, Bambang Rusminto hanya berharap bahwa permasalahan internal seperti ini tidak perlu diterjemahkan terlalu jauh oleh direktur Akbid dan Ketua Stikes. keduanya diminta lebih arif dalam mensikapi terjadinya perubahan kepengurusan di yayasan tersebut. Apalagi lanjutnya perkembangan Stikes dan Akbid yang mulai cukup dikenal bahakan mahasiswanya sampai ada yang dari luar pulau Jawa.
Hal yang sama disampaikan Drs. Djaka Widada, salah satu tenaga pengajar di lingkungan kampus An-Nur Purwodadi, yang merasa prihatin mendengarinformasi-informasi yang beredar di luar mengenai adanya “friksi-friksi” tersebut. Dia menganggap bahwa berita-berita tersebut terlalu dibesar-besarkan. “Sebenarnya tidak terjadi apa-apa dan proses belajar-mengajar berlangsung seperti biasa,” lanjutnya.
Dari pihak luar kampus bahkan disampaikan oleh seorang dosen, Muhammad kusnan, Spd. yang merasa cukup menyesalkan dengan pemberitaan yang berlebih-lebihan padahal di dalam kampus tetap kondusif. bahkan dia berkata sebagai pendidik mempunyai beban moral jika ada temannya tenaga pengajar menjadi mogok mengajar walau belum tahu duduk permasalahannya secara jelas. “Saya berharap teman-teman untuk bisa kembali beraktifitas seperti biasa, kasihan anak didik kita serta tanggung jawab kita sebagai pengajar jangan sampai pudar gara-gara informasi yang belum jelas,” lanjut Kusnan.
Investigasi target news di kalangan murid Akbid An-Nur juga demikian. Seorang mahasiswi Akbid An-Nur bernama Indriyati, mengaku semester II menjelaskan bahwa selama ini dirinya nyaman-nyaman saja ketika mengikuti kegiatan perkuliahan di Akbid. Indriyati yang berasal dari Brati, Grobogan menambahkan tidak benar adanya preman yang menakut-nakuti ketika perkuliahan berlangsung.
Sementara itu Ketua yayasan An-Nur Satra Dama, ST. MT. ketika dihubungi beberapa wartawan Target news dilingkungan kampus menyatakan hal senada. Dengan ramah dan komunikatif, dengan diiringi dialeg Medannya yang kental dia menyatakan bahwa konflik tersebut sebenarnya hanya permasalah kecil di jajaran keluarga Yayasn An-Nur yang tidak perlu dibesar-besarkan. Jadi jika diterjemahkan secar tidak jelas oleh pengelola kampus dalam hal ini ketua Stikes sebenarnya menjadi menyimpang jauh dari tugas dan fungsinya di perguruan tinggi. “Perguruan An-Nur ini milik siapa…? Kok selaku ketua Stikes bisa mengambil kebijakan sepert itu kan jauh…, mestinya dia selaku penanggung jawab pendidikan, tugas dan fungsinya harus tahu dong ? Jelas Satra Dama yang menjelaskan pula bahwa dirinya lama berkecimpung di yayasan pendidikan kesehatan. Bahkan tidak hanya di Jawa saja dirinya memiliki Stikes dan Akbid.
“Kita sudah ada pendekatan dengan semua tenaga pengajar, pokoknya tolong kembali seperti biasa tugas dan fungsinya untuk mendidik dan menyampaikan ilmu. Di dalam kampus tetap normal sepeerti biasa, hak dan kewajiban mereka sama.” Imbuh Satra Dama kepada Target news. Akhir kata dia selaku ketua yayasan An-Nur yang baru mengajak kepada seluruh masyarakat yang perduli tentang dunia kesehatan agar mendukung program pendidikan yang dia rintis di purwodadi tersebut. sementara untuk mahasiswa dan mahasiswi Akbid dan Stikes An-Nur diminta untuk beraktifitas seperti biasa.
DIarsipkan di bawah: Regional















Tulisan ini tendensius sekali, ngomong2 drs. Jaka Widada itu siapa ya???? Satra Dama merintis pendidikan di Purwodadi….hahaha….sejak kapan bung!!!!! AnNur berdiri an tahun 1996 dan saat itu yang namanya BangSat…ra masih terdaftar sbg mahasiswa teknik sipil UNSRI (Universitas Sriwijaya Palembang)…… Kalo bikin berita jangan memihak dong bung!!!! Anda dibayar berapa sama si brengsek Satra Dama????? Cari fakta yang jelas…. Kalau ada mahasiswi yang mengaku ga ada preman, jelas dia sedang tidak ada dikampus saat itu, karena dia sedang praktek di rumah sakit. Memangnya kalau YAYASAN sudah disahkan oleh Depkumham bisa berbuat semena-mena???? Tetap…. pendidikan dilindungi UU tersendiri (UU Sisdiknas) begitupula yayasan punya undang-undang sendiri…. Coba bikin berita yang lebih CERDAS dan berdasarkan KEBENARAN!!!!!! atau coba tanya sama Satra Dama bukti kepemilikan aset2 YAYASAN atau tanya lagi sama Satra Dama tentang izin operasional penyelenggaraan pendidikan kesehatan atau coba tanya pada dinas kesehatan propinsi, kenal nggak sama satra dama???? Pasti dinas kesehatan propinsi akan bilang ” OOOOOOO….SATRA DAMA???? ANAKNYA WARIDAH NASUTION SI TERDAKWA PEMALSUAN IJAZAH YAAAA???? TINGGAL VONIS KAN????? CUMA YA ITU, TIAP HARI SELASA WARIDAH NASUTION KENA STROKE, JADI SIDANG DITUNDA TERUS….hehehe……BIASALAH BUNG…SIAPA YANG TAHAN DENGAR VONIS HAKIM….
TO : SESEORANG “RESPONE ONE”
Anda ini orang berpendidikan ga sih…………????????kalau mengaku orang berpendidikan pastilah ga ngomong seperti itu. salah satu ciri orang intelektual adalah ga ngomong sembarangan di depan publik.
harusnya anda yang perlu tau diri, ga punya aset kok pengin jadi MILIONER.Itu lebih hipokret lagi….
kayanya anda perlu belajar etika lagi atau malah perlu kursus kepribadian?????
setingi-tinginya orang punya title kalau ga punya etika sama saja. “Pahami Keadaan, analisis keadaan, baru ambil kesimpulan”
MAS ur mbak respone one… kenalkan saya alumni an nur lulus 2006. turut prihatin dengan kondisi di an nur sekarang ini. dulu selama saya kuliah di an nur semua berjalan lancar. dan setau saya yang membesarkan an nur yang dari 1996 cuma akper dan sekarang sudah menjadi STIKES ya Ibu waridah nasution… beliau tuch orangnya enggak mau diam…semangatnya tinggi dan disiplin banget…makanya beliau kalau punya keinginan selalu berusaha untuk mewujudkannya,,,ya kalau anaknya Satra dama sekarang jadi ketua yayasan ya wajarlah…orang beliau yang punya yayasan… kalau bu waridah memalsu ijasah ya biarkan saja… saya yakin beliau berani bertanggung jawab (bukan pengecut gitu…) ingat ” tak ada gading yang tak retak “, sebaik-baiknya orang pasti juga punya kesalahan,,dan tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini.
orang2 yg tidk bertanggung jawab telah merusak citra AN NUR PORWODADI..dengan menyebar gosip2 murahan…….walaupun mereka orang2 berpendidikan yg sudah sekian lama mengabdi……………………………jiwa dan mental mereka ternyata pengecut dan pemberontak…..”".siapa kamu””’ adalah kata2 andalan…………………………………………………..
BANG SATRA KEMBALIKAN ANNUR SEPERTI SEMULA DONGK, UNTUK MAHASISWI BERNAMA INDRIATI KALO LHO GAX TAW APA2 GAX USAH SOK TAW DONGK……KAMU DI BAYAR BERAPA SICH…..BUAT YANG BIKIN BERITA COBA BELAJAR LAGI BIKIN BERITA JANGAN MECORENG NAMA BAIK PERS DONGK………PAK JAKA RASA HORMAT SAYA YANG DULU LANGSUNG HILANG SETELAH MEMBACA BERITA INI,,,,,,,
payah klo wartawan suka duit yaaa…kayak gini deh pemberitaannya !!!!!!!!
klo wartawan goblok kayak gini gak usah jadi wartawan, dari pada bikin berita yang menipu dan mengelabui masyarakat !!!!
tanggung jawabmu sebagai orang pers dimana ? wartawan yang baik seharusnya mengungkapkan kebenaran….!!!! ketimbang membela kebathilan, yang ada anda menanggung dosa !!!
tuk responden two and three….
jangan ngomong dulu sebelum tahu kebenarannya, bisa-bisa dianggap bullshit. Aku tahu Satradama melebihi kalian semua, masalah pemalsuan ijazah, dalam hukum, siapapun itu dengan gelar prof.sekalipun tetap berhadapan dengan negara (pengadilan bok!) Satra tahu itu karena dia ambil kuliah hukum juga.Masalah berpendidikan tinggi atau tidak, kalian tidak perlu turut campur, itu masalah keluarga besar, toh jika mereka berbaikan atau tidak, kalian juga tinggal isap jempol masing2, kasihan dech…..tuk Mora (U right but who are U?). Untuk Satradama ……Tra, aku dulu mengenalmu sangat2 baik ttg personality nya, tapi kenapa sekarang berubah 180 derajat? hanya karena uang dan uang, kita manusia memang butuh uang utk hidup, tapi kita juga hrs ingat bahwa uang tidak kita bawa mati, Tra……kamu ingat tidak dulu kamu nonton film bareng, jalan2 bareng, mau ajak aku ke bali segala, …sudahlah dirembug kekeluargaan biar urusan cepat selesai, semua bahagia, aku doakan dech.
setuju ma NING and ERRY. Untuk alumni annur yang ga tau masalah mendingan diem kaaan? Fisik mahasiswa tapi jiwa kok orang bodoh gitu….mau aja dijajah. Ngomong2 untuk mahasiswa annur response 2, memangnya anda tau siapa yang punya aset yayasan????
krisis gini kok pada ribut.
sudahlah…ngapain dipeributkan,,, lihat kenyataan aja… yang konflik biarlah konflik,,,, kita enggak usah ikut-ikutaN. yang penting kuliah berjalan lagi seperti semula. siapapun pengelola an-nur yang penting mau bertanggung jawab dengan kondisi di an-nur sekarang… DAN UNTUK PAK SATRA BERUSAHALAH UNTUK MENGEMBALIKAN CITRA AN-NUR SEPERTI SEMULA oleh karena ulah-ulah manusia yang tidak bertanggung jawab yang telah menyebarkan gosip-gosip murahan yang meresahkan.
an nur adalah milik qt bbersama bukan milik perorangan ataupun kelompok tertentu
susah payah aan nur bangkit mulai dari nol sampai sekarang ini………………………………………………………….
disini qt tidak ada memihak siapapun.
tapi yang qt inginkan adalah mana yg terbaik buat an-nur kedepanya
an-nur tidak akan seperti ini kalau g ada mahasiswanya
an nur tidak akan seperti ini kalau ga ada dosen2nya
jangan biarkan an nur hancur karena masalah seperti ini
bangsat byg nagku2 punya an nur
g malu apa
hasil keringat orang lain d rebut
sialan bangsat
mahasiswa atau siapapun omongan kok jorok, malu ah
waridah nasution suatu sosok iblis yang menghalalkan segala cara untuk memenuhi keinginannya. sudah bakal memasuki tujuh pintu neraka, disobek mulut dan kemaluannya, dipotong tangan penindasnya, bokongnya yang penuh lemak akan dihisap oleh setan penunggu neraka.
asaat pitoyo sama saja, dengan uang haramnya bisa memutarbalikkan fakta. tak ada bedanya dengan waridah tapi hanya lebih licik dan tidak ketara saja.
I know u, tra….
Buah ga jatuh jauh dari pohonnya. Ingat ya…di dunia mungkin bs lolos, di akhirat?? Wong untuk kehidupan pribadinya aja lum bisa bertanggung jawab, pengecut dan menomorsatukan uang diatas segalanya. Perlu diungkap semua bobroknya? yg jelas, kalo mau jadi pemimpin, coba jadi pemimpin yang baik dulu buat diri sendiri, jujur dulu sama dirinya. Jangan bohooooooong terus ya.
Moga bisa ambil hikmah dari semua kejadian.
hello poppy……,
apa bener tuh asaat pitoyo orangnya licik gak ketara ?
kok kamu tau doi punya uang haram untuk memutar balikan fakta ?? uang haramnya dari mana ? bukankah dia pemilik stikes ngudi waluyo dan an nur, wajar aja klo banyak duit. kamu tau dia lebih licik dari mana apa kamu tau persis ttg asaat pitoyo ???
hello dedo………
janganlah memaki orang seperti itu, kita hanya orang luar, kita tidak tau persis persoalan keluarga mereka. rugi toh mencaci maki orang lain, kita berdosa, tak ada keuntungannya…..istighfarlah……
apa betul pitoyo lebih licik dari waridah ??
kalau gak ketara berarti dia bermainnya cantik donk… artinya dia lebih pintar dari waridah !!! the best actor heh…?! jadi siapa yg jadi MUSANG BERBULU DOMBA ???
wah ramai kali lae…?pada rebutan apa sech
udah biarin aje nape…yang penting urus diri masing masing
serahkan aja pada hukum alam
ntar bakalan ketahuan sapa yang benar (amien)
salam buat teman2 alumni nwu semoga tetap jaya
smoga sukses bwt mahasiswa yg mau di wisuda bulan agustus 2009 nanti.mjd taulandan yg baek bwt masyarakat sekitar………berguna bagi nusa bangsa,,,tetep semangat yach.
aku teman eka yulianti from pati
q ni sedang cari temanku yang namanya nanik asal demak desa babat klo ada yang tahu bub q ya di mail
aku temennya rani antasari….
)
YANG PENTING AN-NUR (PERGURUAN ISLAM) JANGAN JATUH KE TANGAN N A S R A N I.. ALLAHU AKBAR… ALLAHU AKBAR.. ALLAHU AKBAR…
Mochamad Iqbal… tolong dong diralat, AN-NUR = Perguruan Islam… he he he he he.. yg bener aj, kaya dan punya harta juga banyak dari agama lain.. HINDHU juga banyak, yg laen?… apa kamu pandang sebelah mata?…. terbuka ya ya.. jangan hanya makan uang dari agam alain btw ndak mau mengakui….. MUNAFIK tuh namanya…. udah siap nee punya julukan Perguruan Islam? Pingin nda punya siswa?…. kalo miskin gimana? wahh.. bung Satra bisa kebakaran tuh… ntar untuk bayar lawyer gimana?… untuk setor POLDA gimana? untuk Setor staff DEPKUMHAM gimana?… untuk SUBSIDI SILANG gimana……. miskin? capeeee deeeee and cepet mateee…
coba tulisan ini ada di web Suara Merdeka, ndak mungkin lah youuwww… Suara Merdeka pemberitaannya lebih fair dan sedikit kebohongan,… Panteslah kalo berita ini masuk ke koran target, saya aj kaget, kok ada ya? yg namanya koran target.. qiqiqiqiqiqiqiqi… wartawannya? qiqiqiqiqiqiqi… DIRAGUKAN…. coba wartawannya mo kanan kiri oke… dari mbok’e dapet, dari pak’e dapet…. nahh kemudian tulis berita ditengah-tengahnya (bener & 0 % bohong).. selain itu, dapat amal, dapat uang… mulyo ing dunyo, mulyo ing akhirat… hora ngene iki…..
hallo bang Satra……………….
kapan mau intervensi ke ngudi waluyo ..????
biar pada kebakaran jenggot semua orang ngudi waluyo he he he he he he he…
sptnya konflik keluarga ini bukan sekedar perebutan harta,
tapi lebih dari itu, pembalasan dendam dan sakit hati yang begitu mendalam……antara suami dan istri, bukankah begitu ibu waridah ????????????
apa yang dilakukan suami ibu terhadap ibu selama hidup berkeluarga ???????????? sehingga menimbulkan dendam dan sakit hati ??????????? apakah suami ibu mempunyai wanita simpanan….??????????
he he he maaf kalau terlalu lancang…..
la la la la la la la …………………………….
sama sapa tuh ????
isunya swami ibu seneng sama istri sodaranya ya ???
makanya ibu waridah jadi punya dendam kesumat !!!! ha ha ha ha ha ha ha tul gak ????
berani taruhan?…. nda bakalan bung Satra berani Intervensi ke ngudi waluyo.. (hayo kita buat quisioner di FB, yg isinya voting, Beranikah Satra Dharma menjejakkan kakinya di ngudi waluyo?)…
Punya berapa nyawa dia?, sampai sampai berani melangkah lewati batas rel pagar besi ngudi waluyo?…. dedengkotnya saja (yg kata orang selain punya nyawa manusia, juga punya nyawa kucing, nyawa jin, nyawa setan, nyawa anjing) masih pikir-pikir untuk melangkah di sekitar kampus……
Paling-paling bung Satra hanya melintas/lewat di depan kampus dan brenti sejenak di warung depan…. itu saja menggunakan mobil dengan kaca reyban 80%…
Gimana Bung Satra? berani terima tantangan nda?… buktikan…
annur krg dah beda bgt!!!!!! beda jauh ma yg kmrn2..
aku yg tamatan 2008 sdh bgt liat annur yg sekrg, sapa blg ga da premn???!!!!! yg ngomong to ga tau persis kejadiana. to ada org2 aneh ank buahna satra dama. dah kyk pembunuh byran gt… ihhhh yg da wktu itu cm genting tok!!!!! pd gila to org!!!!! klo memg to org berpendidikn ngapain sampek ngobrak abrik TU?? mau cr uang ya?? hrsna bu warida to byk beramal biar cepet sembuh jgn mlh nambah dosa.. mungkin klo dah mendekati ajal br tobat kali ya??????
semoga…Allah SWT mengampuni dosa dosa nya…dan dpt memberikan dan membuktikan yang benar dan yang salah…
weh an-NUR PARAH BGT YA KARANG tp emg dr dulu emang parah wong kadang2 dosennya aja kyk setan kok ,jd kayaknya ngk waridah ngk dosen sama sama setan dech,an-nur itu perlu belajr bnyk dr kampus lain dr segi apapun an-nur itu jauh ama kmps lain disana trlalu suka maksain orang dan jujur aku jg alumni sana jd aku ptahu persis sitasi an-nur yg boborok mahasiswa tidak dihargai kita seperti kacung dan para dosen sok penting bgt sich lo…………………………………………………………………………………………………………
Hallo alumni annur 2006, pasti dah ngrasain kejamnya annur tp walau bgt kt dah jd alumni dan gak perlu ngurusi intern orang2 yg mengaku memiliki annur. Lihat aja 5 thn ke dpn apkh annur akan smkn mj atw mendelep. Anur udah bnyk kok meluluskan psk2 handal…..??????? saksi bisu ada di para dosennya yg munafik!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
ini nie, banyak yang ngaku2 jadi mahasiswa dan buka preman, tapi bahasana melebihi seorang preman…bisakah kita tidak mengikuti hawa nafsu dan emosi kita..
mahasiswa annur kepemilikan ntu bukan urusan anda , anda sudah jadi obyek pada masalah ini ya jadi obyek penderitam kalau gak seneng ya pindah saja…
masalah kepemilikan, nah masalah kepemilikan itukan masalah orang yang puna konflik kepentingan dan yang puna andil disana, yang mulai dari minus bukan dari nol yang anda kenal mulai dari awal saat baru mau medirikan pengurusan izin sampai awal rekruitmen mahasiswa baru. mang mahasiswa pada tau ya siapa yang ngurusin izin, siapa yang biayain pembangunan siapa yang jadi perlopor ide….saya fikir ngak deh….so jnagn tlalu banyak turut campur…cobalah bfikir sebagai mahasiswa. dan kritis itu bukan berarti menghina orang lain, apalagi kita tidak memiliki bukti otentik….kalau ada yang puna bukti sok buktina di tunjukin disini tapi dengan bahasa yang sopan, ya bahasa mahasiswa jangan bahasana preman….
i love An-Nur,,,n q ga mau ada berita2 jelek tentang an-nur walaupun tu bener tau ga………