Selamatkan Indonesia dari Keterpurukan & Cengkeraman Negara Imperialisme


Setiap  pergantian tahun siapa saja orangnya pasti akan selalu berharap tahun baru akan lebih baik dari tahun , Mari kita renungkan apa yang sedang terjadi di negara kita tercinta ini

  1. Kemiskinan dan Kesejahteraan rakyat, Ditahun 2007 BPS mengumumkan jumlah orang miskin turun menjadi 37,17 juta orang ( 16,58% ) tetapi Bank Dunia mengumumkan jumlah orang miskin di Indonesia tetap di atas 100% dari jumlah penduduk 232,9 juta orang, Bila dilihat indikator di bidang tenaga kerja justru menunjukkan perkembangan yang semakin mengkhawatirkan, Tingkat pengangguran mencapai 40 juta orang, Sektor pendidikan anka putus sekolah mencapai 36,73 %. Hal ini menunjukkan pemerintah belum optimal dalam kinerjanya.
  2. Pendidikan, Kapitalisasi dan Liberalisasi dunia pendidikan melalui Badan Hukum Pendidikan membawa konsekuensi berupa pengelolaan lembaga/intansi pendidikan yg lebih otonom, Jika sebelumnya didominasi oleh pemerintah maka peran pemerintah dalam pendidikan terus berkurang termasuk masalah dana, Konsekuensinya dana diambil dari masyarakat sebagai contoh ITB thn 2007 butuh 392 miliar untuk itu diperlakukan spp reguler rp 3,25 juta/semester, ada juga salah satu fakultas kedokteran di Jawa tengah memngut 250 juta-1 milyar, kapitalisasi dan liberalisasi ini berlaku dari SD-Perguruan Tinggi kalaupun diterapkan susidi silang berapa banyak orang “kaya” dapat menanggung,ketika dana pemerintah minim kampus dijadikan sarana menghasilkan uang atau dana berasal dari pinjaman pihak asing, hal ini menciptakan ‘penjajahan’ kurikiulm,kultur dan isi otak.
  3. Korupsi, Korupsi masih menjadi probl;em akut buar Indonesia, korupsi membuat kebijakan pemerintak tidak optimal, parahnya korupsi dibuktikan hasil survei terbaru dari PERC Hongkong yg menempatkan Indonesia menjadi negara terkorup kedua di Asia sejajar dengan Thailand, posisi ini menegaskan bahwa kita tidak lebih baik dari negara-negara seperti Togo, Burundi, Papua Nugini yg juga bersama Indonesia menempati urutan 130 dunia, berarti pemberantasan korupsi belum mencapai sasaran, Korupsi di Indonesia menjadi subur karena bertemunya kepentingan ekonomi dan politik para birokrat, pengurus partai, dan pemilik modal, Gagalnya penanganan korupsi karena rusaknya sistem yg dipake yaitu kapitalis juga dipicu dengan rendahnya intregitas para penegak hukum di Indonesia.
  4. Penguasaan Migas oleh asing, Potensi sumber daya kita sebenarnya masih sangat besar, menurut data terakhir kantor kementerian ESDM, sumber daya minyak bumi kita tercatat 86,9 miliar barel dan gas bumi tercatat 384,7 trilliun kubik namun 90% semuanya dikuasai oleh asing, bayangkan lebih dari 100 tahun pengelolaan industri migas berlangsung di Indonesia namun peran industri migas nasional masih sangat rendah, hal ini terjadi karena banyak pejabat kita yang suubordinasi dibawah kepentingan asing, Selama puluhan tahun kita dibodohi karena permainan broker yang diberi untung US$ 20-30 perbarel, belum lagi permainan ekspor-impor yg telah merugikan keuangan negara, pengelolaan sumber daya migas menjadi amburadul setelah diundang-undangkannya UU No 22 tahun 2001pada era Megawati telah diijonkan kepada pemerintah asing utuk ditukar dengan utang.
  5. Ancaman Disintregasi, Indonesia terus diancam diintregasi, hal ini tamapak sata bendera RMS berkibar di depan Presiden di Maluku, begitu juga bendera bintang kejora muncul di Konferensi Besar Adat Papua ribuan orang berteriak “merdeka…” isu ini tak lepas dari tekanan asing, diantara isu yg mendukung disintregasi adalah masalah HAM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: