Liberalisasi Pers, Cermin jati diri atau Kebablasan


Reformasi dan liberalisasi merupakan 2 hal yang tidak bisa dilepaskan, selama lebih dari 2 dekade kekuasan orla dan orba Indonesia dalan sengkeraman kediktatoran. Dunia pers sendiri tidak bisa lepas dari terjangan angin puting beliung tentang kebebasan pers dan hiruk pikuk slogan-slogan demokrasi maupun HAM dan diakui ato tidak pers Indonesia sedang menuju dunia yang liberal alias bebas, banyak sekali indikasinya baik secara teoritis maupun realitas impiris yang menjadi tradisi dan budaya kehidupan insan pers nasional.

Demokrasi, HAM dan Liberalisme merupakan nilai turunan dari ideology sekularisme ato pemisahan agama dengan kehidupan , Ideology ini mengajarkan kepada manusia bahwa dalam urusan kehidupan harus benar-benar dipisahkan dengan agama, oleh karena itu supaya masyarakat bisa maju harus dengan tegas memisahkan nilai-nilai tersebut, agama harus dibatasi hanya pada dimensi privacy yg bersifat sakral tidak boleh lebih dari itu, Pers nasional disadari ato tidak berada tegak diatas nilai-nilai sekularisme tersebut.

Pers bukan lagi menjadi menjadi media¬†kontrol yang mengajarkan keshalihan pribadi tetapi lebih kental dengan warna bisnis yg berorentasi keuntungan semata, insan pers sudah beralih rupa dari “kuli tinta” menjadi “kuli pundi rupiah” kebebasab berekspresi menyampaikan pendapat dalam arti liberal seakan menjadi Platform pers, maka lahirlah istilah WTS ( wartawan tanpa surat kabar ), muntaber ( muncul tanpa berita ), 86 ( dikasih uang tidak muncul berita ).

Apakah ini merupakan cermin jati diri bangsa? tentu tidak, lebih tepat disebut pers kebablasan dari peran dan fungsinya, selama pers nasional dibangun atas dasar paradigma liberalisme maka pers tidak mampu memberi pencerahan pemikiran masyarakat karena nilai-nilai liberalisme dibangun atas dasar keyakinan yg rusak dan merusak, oleh karena itu pers harus lebih berani menegaskan jatidrinya sebagai pers yang lahir dari akar budaya bangsa Indonesia, dengan demikian pers nasional diharapkan benar-benar memposisikan dirinya sebagai institusi yang memberi pencerahan untuk mewujudkan masayrakat yang adil dan makmur.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: