Jakgung Copot Kemas & Salim


 kemas.jpg   hendarman.jpg

Jakarta, Target News

Jampidsus Kejakgung, Kemas Yahya Rahman dan Direktur Penyidikan (Dirdik) di Pidsus, M. Salim dicopot dari jabatan mereka. Menurut Jaksa Agung Hendarman Supanji, keduanya sudah tidak kredibel lagi.

Pencopotan Kemas Yahya dan M. Salim ini diputuskan dalam rapat pimpinan yang berlangsung di Kejakgung Jl. Hasanudin, Jakarta Selatan. “Pergantian di jajarag Gedung Bundar sesuai hasil rapat pimpinan. kan berkembang berita-berita. Yang kami lihat, sudah tidak kredibel lagi kedua pejabat itu.” Kata Hendarman dalam jumpa pers seusai rapat pimpinan.

Jumpa pers tersebut terlihat agak tegang. Semua jajaran eselon I, termasuk para Jaksa Agung Muda, hadir dalam jumpa pers, kecuali Jampidsus Kemas Yahya Rahman.

Menurut Hendarman karena Kemas dan Salim tidak kredibel, keduanya pun tidak layak melakukan apapun. “Kalau dikatakan tidak layak penafsiran kita itu. Kalau tidak kredibel lagi, ya bisa dikatakan tidak layak. Orang menilai bahwa orang yang sedang diperiksa, kok masih bertindak. Kami usulkan kepada Presiden untuk diganti.” terang Hendarman.

Pencopotan Kemas dan Salim ini merupakan tindakan yang berani. Namun dalam jumpa pers itu, Hendarman tidak menjelaskan secara mendetail, background hingga alasan yang jelas mencopot Kemas dan Salim.

Yang jelas menurut Hendarman, hingga saat ini Kejakgung belum memutuskan kesalahan Kemas dan Salim dalam kasus Jaksa Urip, karena menunggu pemeriksaan Arthalyta.

Jaksa Agung menilai, kasus Jaksa Urip telah menjatuhkan kredibilitas bagian pidana khususnya Kejaksaan Agung. Lembaga Kejaksaan Agung menjadi tidak dapat kepercayaan masyarakat, terutama setelah kasus Jaksa Urip muncul.

Untuk itu, Badan pertimbangan Jabatan dan Pangkat (Baperjakat) kejakgung akan segera menggelar sidang untuk menentukan pengganti Kemas dan Salim. Baperjakat akan mengkaji sepuluh pejabat, lima pejabat untuk dicalonkan menempati Jampidsus, lima sisanya untuk dicalonkan jabatan Dirdik.

Secara terpisah Jampidsus terganti, Kemas Yahya Rahman mengatakan akan patuh pada pimpinan terkait keputusan pemberhentian dirinya. “Sebagai seorang bawahan sudah seharusnya patuh pada pimpinan,” kata Kemas. Jampidsus menyatakan dirinya tidak berstatus nonaktif, baik sebelum maupun sesudah diberhentikan dari jabatannya.

“Mungkin ini yang terbaik bagi saya,” katanya sembari meninggalkan kantornya di Gedung Bundar Kejaksaan Agung. Sementara itu, Direktur Penyidikan terganti, M. Salim tidak bersedia berkomentar tentang hal tersebut. “No comment dululah,” kata M. Salim.

Sementara itu dalam perkembangannya (Kompas 1 April 2008), sampai berita diturunkan, Kejakgung belum menerima Keppres penggantian Jampidsus dan Dirdik. Juru bicara Kejakgung Bonaventura Daulat Nainggolan mengatakan bahwa begitu Keppres pengganti diterima maka Jampidsus baru segera dilantik pada 17 April 2008.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: