Anggaran Rp. 600 juta : Jembatan Semilir Pondasi Ambles, PB MRT Harus Tanggung Jawab


Gunungkidul, Target News

Seperti telah dilaporkan sebelumnya (Korantarget 5/3), Jembatan Semilir yang dibangun di wilayah desa terbah, Patuk, Gunungkidul, DIY yang dikerjakan PB Mrt mengalami retak-retak diduga karena pondasi penyangga ambles. Dinas PU Bina Marga sudah berulang kali memerintahkan segera dibenahi, tetapi penanggung jawab rekanan tersebut seperti kucing-kucingan karena sulit dihubungi. “Urusan ini tetap harus dipertanggung jawabkan,” Ujar kepala Dinas PU melalui Kepala Bidang Bina Marga, Saryanto, ST. kepada Target News baru-baru ini di kantornya.

Menurutnya, dalam pelaksanaan pembangunan, jembatan Semilir dikerjakan kehabisan waktu, yang kedua harga penawaran rekanan terlalu rendah senilai Rp. 600 juta dari DIP Rp. 700 juta, sehingga bisa jadi untuk membangun rekanan kehabisan dana. Padahal yang bersangkutan bisa mengajukan dana tambahan. Akhirnya jembatan tersebut terkesan tidak selesai. Meskipun untuk pekerjaan jalan dan pengaspalannya tahun 2008 telah dianggarkan Rp. 325 juta dengan sistem tender. “yang jelas PB Mrt harus bertanggung jawab atas masa pemeliharaan proyek ini dan untuk tender berikutnya PB. Mrt tidak akan dipakai lagi karena hasilnya mengecewakan. Disamping itu Bupati Gunungkidul sendiri, Suharto, SH. sempat telpon saya mempertanyakan hasil pekerjaan rekanan tersebut'” ujarnya.

Diperoleh keterangan dari Praptohartono Kepala UPTD alat berat dan laboratorium Dinas PU Gunungkidul bahwa dalam pengerjaan jembatan Semilir tersebut, PB. Mrt tersebut menunggak uang sewa stom wales beberapa minggu. Bahkan ketika ditagih untuk pembayaran tidak menampakkan batang hidungnya, “Kami berusaha menghubungi Mar selaku direktur PB. Mrt, namun tidak berhasil. Walaupun nilainya tidak seberapa, tapi kan harus dipertanggung jawabkan,” keluhnya.

Mar sendiri selaku direktu PB. Mrt ketika dikonfirmasi lewat telepon mengakui atas kondisi jembatan yang dikerjakannya.”Kami mengerjakan proyek jembatan ini sudah sesuai aturan. Ya memang hasilnya seperti itu dari dana Rp. 600 juta, karena jembatan dibangun dua tahap. Kalau jembatan ada yang retak-retak itu masih dalam pemeliharaan,” bantahannya, sembari mengelak ketika pihaknya disebut-sebut sebagai tim suksesnya bupati sekarang. 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: