Anggota Dewan Tertangkap Basah Disuap


al-amin-nur-nasution  kristina

Jakarta, Target news

KPK beraksi lagi. Rabu dini hari (9/4) tim KPK di salah satu kamar Hotel Ritz Carlton Jakarta menangkap basah lalu langsung menahan Al-Amin Nur Nasution, anggota DPR-RI dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Dalam hal itu, Al-Amin diduga menerima suap dari Azirwan, Sekretaris Daerah merangkap Ketua Tim Percepatan Pembangunan kota Bintan, Propinsi Kepulauan Riau (Kepri). Ikut ditahan pula bersama Al-Amin dan Azirwan ke kantor KPK; sekretaris Al-Amin, supir pribadi Azirwan dan seorang wanita cantik berwajah oriental yang terlihat dalam transaksi diduga ‘ilegal’ tersebut.

Dalam Penangkapan itu tim penyidik KPK juga menyita uang Rp. 71 juta yang dibawa Al-Amin Nur Nasution. Juga terungkap disitu bahwa Al-Amin juga dijanjikan uang sebesar Rp. 3 Miliar, kata M. Yasin, Wakil Ketua KPK yang memberi keterangan hal penangkapan tersebut.

Anggota Fraksi PPP DPR-RI tersebut terkenal sebagai suami penyanyi dangdut kenamaan Kristina si pelantun lagu “Jatuh bangun”.

Al-Amin Nur Nasution diduga terkait dengan upaya membebaskan lahan seluas 7300 di desa Bintan Buyu, rencana  diperuntukkan sebagai bakal ibukota baru Kabupaten Bintan Baru. Dengan rekomendasi darinya selaku anggota Dewan Komisi IV, dianggap pemerintah melalui Dephut dapat mencabut status hutan lindung kawasan tersebut sehingga proses pembangunan kota kabupaten baru dapat segera terlaksana.

Tim KPK telah mulai menyelidiki kasus ini sejak pertengahan tahun 2007 lalu. Ketika mengetahui bahwa rekomendasi Dewan komisi IV diperlukan untuk mencabut status hutan lindung, maka penyelidikan terhadap anggota-anggota komisi tersebut diintensifkan. Sampai akhirnya KPK berhasil menangkap basah Al-Amin dan Azirwan. “Informasinya dari masyarakat,” jelas Antasari Azhar Ketua KPK.

Sementara Kuasa hukum Al-Amin, Sira Prayuna menegaskan status kliennya baru untuk dimintai keterangan. Amin belum banyak berbicara kepadanya. “Amin hanya membenarkan dirinya tertangkap di Ritz Carlton oleh penyidik Komisi Anti Korupsi. Saya belum sempat berbicara banyak,”

Sampai saat ini juga belum dapat diketahui apakah ada tindak lanjut di lapangan oleh penyidik tentang kapan penggeledahan ke rumah pribadi tersangka di Jl. Walang Timur 27-A, Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara ataupun di rumah dinas di Kompleks DPR-RI Kalibata, Jakarta Selatan.

(dari berbagai sumber)

 

 

Satu Tanggapan

  1. yang kaya gini, dihukum mati…. seharusnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: