Sekali Lagi Perampokan di Solo


Solo, Target news

Hanya berjarak kurang dari satu bulan, terjadi 3 perampokan bersenjata di Solo yang menghebohkan. Setelah kasus di Monumen Pers (baca Target news 28/1) dan perampokan rumah di Sumber (Target news 1/4), maka kini ada satu lagi kasus di daerah Karangasem, Laweyan, Solo. Kejadian terjadi hari Kamis (17/4) kira-kira jam 10.00 WIB di rumah dr. Iwan Wahyu Utomo (34), jalan Matoa 4 nomor 5.

Saat itu pemilik rumah dan istrinya sedang tidak berada di tempat karena bekerja. Di rumah hanya ada Ruminah dan Sumini pembantu rumah tangga dan pengasuh bayi serta Keinar anak mereka. Sebagian perampok rupanya membongkar genteng rumah untuk membukakan pintu rekannya dari dalam. Setelah memasuki rumah Ruminah yang berada di dapur diancam akan dibunuh dengan acungan celurit. Demikian pula Sumini yang mengendong si kecil Keinar tak lepas dari ancaman. Akhirnya ketiganya diikat dengan tali kaki dan tangannya dimana Sumini diikat bersama bayi Keinar yang digendongnya.

 Setelah diikat mereka disekap di dapur sementara para perampok beraksi melakukan penjarahan. “Perampok bahkan sempat menyiram anak saya dengan air karena menangis terus,” tutur Iwan. Sementara itu Evi Afrita (33) istri Iwan yang perasaannya berfirasat tidak enak, tidak seperti biasanya  langsung pulang ke rumah. Kepulangan Evi secara tiba-tiba mengagetkan para perampok yang belum selesai beraksi. Mereka segera melarikan diri melompat tembok samping rumah. Rupanya mereka keder mendengar Evi membunyikan klakson mobil sekeras-kerasnya untuk meminta bantuan warga.

Sementara itu Ruminah yang berhasil meloloskan diri dari ikatan menghambur keluar sambil teriak meminta tolong tetangga-tetangga. Warga sekitar secara spontan mengejar para perampok yang melarikan diri tersebut. Salah seorang warga, Riza mengaku bersama rekan-rekannya berhasil menangkap salah satu perampok yang coba melarikan diri dengan becak.

Sampai berita ini diturunkan, perampok hanya berhasil membawa tiga buah telpon genggam, kamera digital dan empat gelang emas yang dikenakan bayi Keinar. Kapoltabes Surakarta Kombes A. Syukrani melalui Kasatreskrim Komisaris Syarif Rahman mengatakan pihaknya berusaha memecahkan kasus dan mengejar pelaku yang masih buron.

Salah satu perampok yang ditangkap bernama Horas Togar Hutabarat, yang mengaku datang berkasi bersama temannya Mur, Bardes dan Anto. Dalam aksinya tersebut dia mengatakan bertugas menutup mulut para korban dengan lakban. ” Saya mau diajak Mur karena dia baik sama saya,” Togar yang tertangkapsetelah kaki kirinya tertembak rupanya oleh aparat diketahui juga pernah beraksi mencuri di Pasar Klewer, di bus dan juga beberapa tempat di Boyolali.

(dari berbagai sumber)  

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: