Ujian Nasional di Solo Tetap Dibayangi “Bocor Soal”


Solo, Target news.
Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) SMA/MA/SMK yang dilaksanakan Selasa-Kamis (22-24/4), masih saja dibayang-bayangi kemungkinan kebocoran soal. Calo soal-soal bergentayangan, walau UN dijamin tak akan ada kebocoran.
Tentang dugaan kebocoran soal, sejumlah siswa di Solo mengaku masih juga ditawari bocoran soal. Salah satu siswa SMA Negeri di kawasan Solo utara, An,  Senin (21/4), mengungkapkan, calo bocoran UN masih beredar, meskipun banyak pihak yang meragukan adanya praktik percaloan. ”Di sekolah saya sudah banyak yang mendaftar. Kira-kira 25 orang bersedia membayar kunci jawaban, per orang ditarik Rp 150.000,” katanya.


Awalnya,  dirinya mengaku sempat tergiur dengan tawaran tersebut. ”Yang saya tahu, waktu yang dijanjikan saat soal bocor adalah sekitar 15-30 menit setelah pelaksanaan ujian. Modusnya, ya lewat handphone(HP). Soal ketahuan atau tidak, biasanya sudah dibriefing terlebih dahulu, tentang teknik terbaik mengelabui pengawas,” bebernya.
Hal senada diungkapkan juga seorang siswi SMA negeri di Solo, Elv, 18. ”Harganya memang mahal, senilai Rp 1.500.000. Biasanya memang patungan.” Tetap maraknya mafia percaloan di Kota Solo menurutnya disebabkan karena tingginya nilai standar kelulusan dan bertambahnya mata pelajaran. Mata pelajaran yang ditakuti sejumlah siswa, seperti Fisika dan Matematika.
Senin malam, dilakukan Sidak oleh sejumlah pejabat Pemkot Solo ke lokasi penyimpanan naskah soal UN di SMA Negeri 4 dan SMK Negeri 2. Tampak dalam Sidak pemkot itu antara lain Plt Sekretaris Daerah Supradi Kertamenawi, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Amsori, Ketua Pelaksana UN Solo, Maskuri.                                                                                                                                            

Tentang dugaan kebocoran soal, Supradi mengungkapkan kemungkinan itu bisa terjadi dari sisi internal dan eksternal. ”Kalau dari sisi internal, sudah diantisipasi dengan mengatur jadwal keluarnya naskah soal tepat pukul 07.00 WIB, dengan perkiraan waktu perjalanan menuju sekolah terjauh maksimal 30 menit. Maka pukul 07.30 WIB dipastikan sudah datang. Yang mengambil soal adalah dua orang guru dan satu orang anggota Tim Pemantau Independen,” terang Supradi.
Sementara, penjagaan soal juga dilakukan sangat ketat. Untuk pengawasan akan dibentuk petugas piket yang berasal dari unsur kepala sekolah, guru, TPI, dan aparat kepolisian. Sebelumnya, Walikota Solo Joko Widodo (Jokowi) menyatakan akan menurunkan tim khusus dari Badan Pengawasan Daerah (Bawasda) untuk menginvestigasi pencaloan soal UN yang diduga melibatkan oknum guru.
”Pemkot takkan main-main. Pemkot akan bentuk tim khusus dari Bawasda untuk menginvestigasi hal ini ke lapangan. Sanksi nanti akan diatur di dinas (Disdikpora-red). Sanksi yang akan diterapkan antara lain pencopotan atau penggeseran jabatan.
Di Solo tahun ini, UN akan diikuti sebanyak 6.544 siswa SMA, 6.405 siswa SMK, 601 siswa MA, dan 2 siswa SMALB. Solo dibagi dua rayon, dengan pengawas di rayon I berjumlah 402 pengawas dan rayon II sebanyak 362 pengawas.

                                                                                                                                    ( dari berbagai sumber )

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: