Lagi-lagi Aksi Perampok Senpi di Solo, 1 Orang Tewas


olah TKP/rekonstruksi (2/5)

Solo, Target news

Rupa-rupanya warga Solo belum bisa merasa aman. Belum selesai pengungkapan Kasus perampokan di Monumen Pers dan lain-lain, lagi-lagi aksi perampokan dengan kekerasan bahkan menggunakan senjata api kembali terjadi dan sekali ini mengakibatkan 1 orang meninggal.

Dua toko di Pasar Jongke, Laweyan, Solo, Toko Emas Aladin dan Toko Kausar, disatroni penjahat bersenjata api (Senpi), Kamis (1/5). Seorang pengunjung tewas, dua lainnya terluka parah terkena tembakan membabi-buta perampok.


Kawanan penjahat menggasak perhiasan emas seberat sekitar 11 kilogram dan uang belasan juta rupiah. Korban tewas adalah Ranom Oetomo, 22, warga Talang RT 01/RW II, Banaran, Grogol, Sukoharjo. Ia mengalami luka tembak di bagian leher dan bahu kiri. Korban yang mengalami luka-luka adalah pasangan suami-isteri Tri Lukmanto, 35, dan Indriyananingrum, 31, keduanya warga Kerten, Laweyan. Tri mengalami luka tembak di bagian dada dan perut dan dalam kondisi kritis. Sedangkan Indri mengalami luka tembak pada paha kiri. Seluruh korban adalah pengunjung Toko Emas Aladin.

Perampok yang diperkirakan berjumlah enam orang dan mengendarai tiga sepeda motor, membawa kabur emas seberat 11 kilogram dan uang jutaan rupiah dari Toko Emas Aladin dan Kausar yang lokasinya bersebelahan di Jl Dr Radjiman.

Dari Informasi di tempat kejadian perkara (TKP) menyebutkan, aksi perampokan berlangsung sekitar pukul 14.10 WIB. Pelaku datang dari arah barat dan langsung masuk ke kompleks Pasar Jongke yang dalam kondisi cukup ramai. Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, para pelaku memarkirkan kendaraan mereka di depan toko emas tersebut.
Namun, tidak ada yang curiga bahwa enam orang tersebut kawanan penjahat.Dua pelaku turun dari kendaraan dan masuk ke Toko Emas Aladin milik Teguh. Mereka langsung menodongkan pistol ke arah toko yang saat itu terdapat enam pembeli.

Tanpa berkata sepatah kata pun, keduanya langsung menembak berkali-kali ke arah toko. Tembakan tersebut mengenai tiga pengunjung yang langsung roboh. Korban Ranom terkena tembakan di bagian leher dan bahu langsung tewas di lokasi kejadian. Sedangkan korban Tri dan Indri meski telah tertembak berusaha menyelamatkan diri dengan merangkak.

Setelah perampok memberondong tembakan, pemilik toko dan dua karyawan serta beberapa pembeli lainnya tidak berani bergerak. Mereka memilih tiarap ke lantai. Saat itulah seorang pelaku melompati etalase kaca dan langsung menguras emas dengan berat total sekitar lima kilogram serta uang jutaan rupiah yang ada di laci toko.

Setelah beraksi di Toko emas Aladin, pelaku kemudian mendatangi Toko Emas Kausar yang lokasinya dipisahkan satu kios dengan Toko Emas Aladin. Saat itu, Toko Emas Kausar sedang dijaga pemiliknya, Hartono. Dua pelaku yang mendekati Hartono langsung menodongkan pistol.
Karena takut, Hartono tidak memberikan perlawanan sedikit pun. Ia memilih berdiam diri saat seorang pelaku melompati etalase untuk menguras emas di toko miliknya. Sedikitnya emas seberat enam kilogram dan uang jutaan rupiah dibawa pergi perampok dari toko itu. Setelah menguras emas dari dua toko tersebut, pelaku akhirnya kabur ke arah timur.

Berdasarkan keterangan beberapa saksi, aksi para perampok itu tergolong nekat. Padahal, saat kejadian sebenarnya kondisi Pasar Jongke cukup ramai. Bahkan, di Toko Emas Aladin ada sekitar enam pembeli. Sedangkan, warga lainnya juga melakukan aktivitas di sekitar lokasi kejadian.

Saksi mata, Ny Joko, 51 mengatakan, warga yang ada di sekitar lokasi dikagetkan adanya suara tembakan berkali-kali. Namun, warga yang tahu ada perampokan tak berani mendekat. ”Ada tiga sepeda motor. Setelah itu, suara tembakan berkali-kali. Sebenarnya mau mendekat, tapi tidak ada yang berani karena pelakunya membawa pistol.” Tiga korban tersebut langsung dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Kasih Ibu Solo. Karena sudah tewas, Ranom kemudian dibawa ke Labfor UNS guna menjalani autopsi.

Polisi yang mendapat laporan langsung melakukan olah TKP, sebagian lainnya melakukan pengejaran ke sejumlah tempat. Kapoltabes Solo, Kombes Pol Drs A Syukrani terlihat terjun langsung memimpin olah TKP. Hampir semua unsur pimpinan di Poltabes Solo terlihat mendampingi Kapoltabes, di antaranya Kasatreskrim Kompol Syarif Rahman SIK, Kasatintelkam Kompol Jaka Wibawa, Kasatreskoba Kompol Suharyanto, Kabagops Kompol Slamet Riyadi, Kapolsektabes Laweyan AKP Sukidi dan Kanitreskrim Ipda Suyono.

Kapoltabes Solo saat ditemui di lokasi belum bersedia berkomentar banyak menanggapi kasus perampokan terakhir yang merenggut korban jiwa itu. ”Kami masih mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi. Kami sama-sama baru mencari informasi,” ucapnya singkat.

Sementara, Kasatreskrim Kompol Syarif Rahman SIK menyatakan, pihaknya masih mengejar pelaku perampokan ke sejumlah tempat. Disinggung kerugian yang diderita kedua pemilik toko emas, Syarif menyatakan masih dalam proses pendataan. ”Untuk jumlah kerugian masih kami data. Yang pasti, untuk Toko Emas Aladin uang Rp 7 juta dan sejumlah perhiasan sedangkan Toko Emas Kausar Rp 9 juta dan sejumlah perhiasan,” terangnya

Patut menjadi pertimbangan keras bagi Poltabes Surakarta untuk segera menindak lanjuti penyebab, pelaku dan penggerak kasus-kasus perampokan dengan kekerasan yang terjadi demikian sering. Hanya berjarak kurang dari 2 bulan, ada 4 buah perampokan terjadi  di kota Solo. Suatu ujian bagi Kapoltabes Kombes A. Syukrani lebih-lebih karena dia juga menjabat posisi ini di Solo baru beberapa bulan ini.

(dari berbagai sumber)

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: