Perlu Direnungkan tentang “Kemungkinan Pengalihan Isu” Pasca Kenaikan Harga BBM


Kenaikan harga BBM yang mulai efektif 28 Mei 2008 (24.00 WIB) suka atau tidak berdampak sangat luas bagi masyarakat. Sebelum dan sesudahnya, pro dan kontra “berseliweran deras”. bagi yang kontra memang sangat logis; “Siapa sih yang secara pribadi tidak keberatan BBM dinaikkan?”. Sebaliknya yang pro kenaikan juga mengemukakan alasan-alasan sampai keadaan moneter negara dan sebagainya.

Permasalahannya, isu terlanjur berkembang cukup liar. Semua pihak terlihat “wait and see”. Mahasiswa bergerak massal memprotes, elit-elit politik menunggu hasil akhirnya. Jika ekskalasi menjadi tidak terkendali, jurus interpolasi, jurus impeachment tidak mustahil akan dikeluarkan DPR. Partai-partai politik juga demikian, menunggu kemana arah hasil akhir pro-kontra ini.

Tetapi kita juga harus akui kelihaian pemerintah untuk “Memecah isu” yang berkembang. Demo mahasiswa yang semakin mengkristal dan massal di berbagai daerah dipecah dengan isu “Kekerasan di UNAS sebagai stick” dan isu “Bantuan Mahasiswa 500 ribu persemester sebagai carrot”. DPR yang siap-siap interpolasi dan impeach dibom dengan isu “Foto syuur Anggota DPR RI”. Contoh terakhir, massa Hizbut Tahrir yang menyemut di dekat istana negara kemarin (Minggu 1/6) menyuarakan penurunan harga BBM menjadi tak berarti. Bagaimana tidak ketika anggota-anggota FPI memukuli massa AKKBB di silang monas, isu demo massal penurunan harga BBM tersebut seperti asap tertiup angin kencang.

Inilah “jaman perang informasi”, dimana isu dilawan kontra isu, straight campaign dilawan black campaign dan dimana massa kalau perlu dibenturkan dengan massa lain asal isu utama terpecah, sehingga konsentrasi publik terhadap isu yang langsung berhubungan dengan dirinya sementara hilang.

Semoga saja pasca kenaikan harga BBM, baik kita semua bisa berpikir jernih, apakah ini memang jalan yang harus dilalui kita bersama atau hanya jalan sesaat kelompok tertentu melihat suatu peluang ?

                                                                                                                                                           (Redaksi)

2 Tanggapan

  1. black campaign dibalas blackedet

  2. isu dibalas Asu….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: