PROYEK RAKYAT TAK BERJUDUL


Solo, Targetnews

Kalau anda menyempatkan diri sejenak untuk mampir di Lapangan mini serba guna di Kampung Malabar Mojosongo tepatnya di RT 01 / RW 16 (lihat gambar dari satelit : 70 32’ 13,44” LS dan 1100 50’ 14,79” BT) sekarang,maka anda pasti sedikit agak bingung.

Lapangan yang merupakan salah satu lahan terbuka yang dahulu dikelola oleh Perumnas Mojosongo sebagai area Fasum (fasilitas umum) itu sempat kunjungi oleh Bapak Jokowi dan Bapak Rudi sewaktu Penilaian lomba pemanfaatan lahan terbuka untuk penghijauan tahun 2006 yang cukup berhasil di Surakarta. Sekarang lahan tersebut malah sedang dipenuhi persiapan bangunan.

lap-malabar-rw16 in Googleearth
lap-malabar-rw16 in Googleearth
proyek-tak-berjudul
proyek-tak-berjudul

Dilahan tersebut saat ini sedang dilakukan proyek yang konon bersumber dari APBDT tahun 2008. Yang menjadi permasalahan disini adalah ketiadaan papan nama proyek yang wajib di pasang di setiap proyek apapun, karena papan nama proyek itu sendiri menginformasikan kepada publik tentang nama proyek, sumber dana anggaran proyek, kontraktor apa yang melaksanakan, juga no. Lembaran SPK ( Surat Perintah Kerja), batas waktu pelaksanaan dan pemeliharaan (kalendering) dan nilai anggaran itu sendiri. Terlebih apabila kita mengunjungi brak kerja / dirksi keet setempat. Brak kerja hanya menyewa pos ronda sebagai tempat mangkal staf proyek, dan keberadaan bestek / gambar teknis pelaksanaan yang seharusnya dipasang juga tidak ada sama sekali.

Hal ini dapat menimbulkan pertanyaan bahkan dimungkinkan muncul banyak dugaan dari publik, melihat besar anggaran proyek tersebut yang konon dialokasikan untuk pembangunan Landscaping, pendopo dan sanggar IT (warnet) yang besarnya mencapai Rp.747.000.000,-. Cukup fantastis untuk pemanfaatan lahan dengan melihat pondasi yang telah tertanan dan site plan seperti itu.

Apabila kita tarik panjang ke belakang, menurut penuturan jono, salah satu warga, pada tahun 2006, ketika Bapak Walikota dan Bapak Wakil Wali kota mengunjungi lapangan tersebut, warga pernah mengajukan proposal proyek dengan perencana berinisial AW, ST yang diprakarsai oleh Bapak RT 01 / RW 16 berupa pembangunan landscaping dengan total anggaran Rp 150.000.000,-. Saat itu bestek dan spesifikasi sejauh mungkin telah mengakomodasi seluruh aspek sosial warga. Kembali menjadi pertanyaan kita, mungkinkah perencanaan proyek tersebut sekarang sudah melalui sosialisasi yang menyeluruh kepada warga. mengingat pengalihan lahan parkir mobil warga sekarang ini justru sirkulasinya membahayakan jalan setapak yang struktur di bawahnya terdapat saluran limbah kotor PAM ? (foto terlampir), belum lagi perhitungan resapan air di sekeliling lingkungan perumahan yang jadi tereduksi.

Target news masih menunggu konfirmasi dari Kepala Tata Kota Pemkot Surakarta dan CV Barata selaku kontraktor pelaksana teknis proyek. (IEd)

<!–[if gte mso 9]> Normal 0 false false false MicrosoftInternetExplorer4 <![endif]–><!–[if gte mso 9]> <![endif]–>

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: