Diduga Memeras, Wartawan dan Pengacara Ditangkap


Sragen, Targetnews

Jajaran Polsek Gemolong dan Polres Sragen membongkar jaringan sindikat pemerasan yang melibatkan oknum mengaku wartawan dan pengacara.

Oknum yang mengaku wartawan tabloid itu masing-masing bernama Bambang Sugeng (47), alamat jalan Supomo, Mangkubumen Wetan, Solo dan Agga yang mengaku beralamat di Solo. Polisi juga menahan oknum pengacara Bagyo Junaidi SH dan Basuki warga Turisari, Banjarsari, Solo yang diduga sebagai otak pemerasan terhadap Sri Wahyuni (35), karyawan Toko Emas Srikandi, Gemolong.

Kapolsek gemolong, AKP Imam Santoso, SH. Mewakili Kapolres AKBP dra. Sri Handayani yang ditemui kemarin mengatakan, awalnya tersangka basuki membeli emas dan meminta korban untuk menulis keterangan palsu di nota pembelian.

“Pelaku meminta perhiasan seharga Rp. 2,3 juta yang dibeli di took emas itu ditulis berkadar 50%. Padahal kadar sebenarnya hanya 30%. Awalnya korban menolak, tetapi setelah dibujuk-bujuk tersangka akhirnya korban bersedia,” jelas Kapolsek.

Dituduh berbohong

Selang satu minggu setelah transaksi pembelian, Basuki kembali dating ke Toko Emas Srikandi dan menemui Sri Wahyuni. Pada pertemuan tersebut, Basuki menyampaikan keluhan dan menilai karyawan took emas tersebut telah melakukan kebohongan, karena menuliskan keterangan palsu pada nota.

Bahkan pelaku membawa dua oknum wartawan dan seorang oknum pengacara. Karyawan took emas dan pemiliknya akan dituntut ke pengadilan dan dimuat di media massa karena melakukan kebohongan.

“Akhirnya pelaku mengajukan tuntutan gantirugi Rp. 100 juta kepada karyawan dan pemilik toko emas,” jelas Kapolsek.

Melihat hal-hal yang tidak menyenangkan dan tidak menguntungkan menimpa dirinya, serta merasa tidak terima, maka korban melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Gemolong yang kebetulan berada di seberang jalan.

“Berdasar laporan tersebut, kemudian kami mengadakan penyelidikan. Dalam kasus itu anggota mengendus adanya unsure pemerasan. Lalu kami membuat rencana dan memancing korban untuk menyerahkan uang tuntutan yang diminta pelaku,” ucap Kapolsek.

Setelah dilakukan kesepakatan antara korban dan pelaku melalui Handphone, akhirnya disepakati Masjid Baitussalam, Gemolong dijadikan lokasi transaksi. Pada pukul 4 sore, korban dan tersangka bertemu untuk mengembalikan uang pembelian emas sebesar Rp. 2 juta.

Namun belum sampai para pelaku menghitung uang yang didapat, anggota Polsek yang telah bersiap di tempat kejadian langsung menangkap pelaku, tanpa perlawanan.

“Dari tangan pelaku, polisi menyita uang tunai senilai Rp. 2 juta hasil transaksi dan sebuah mobil kijang warna metalik nopol B 8150 LP yang rupanya juga berplat palsu sebagai barang bukti.Tiga tersangka lainnya ditangkapa anggota Polres Sragen di tempat terpisah,” kata Kapolsek.

Kini keempatnya menjalani proses pemeriksaan di Mapolres Sragen dan diancam Pasal 363 KUHP dengan ancaman 9 tahun penjara (Tim)

3 Tanggapan

  1. Untuk Yang Terhormat: Mbah Widodo(Bose Koran Target),Misalnya ikut Jadi wartawan target mau digaji berapa,atau mungkin hanya untuk bodrek saja,makanya gak usah sok suci nulis wartwan bodrek tertangkap,emangnya koran target gak bodrek!Terus kalau gak bodrek Mbah widodo mau makan apa?Sadar dong gak usah ngurusi orang lain,sampaiayan sudah sepuh mendingan mikir surga

  2. Wis Tuo,Katro,sok ngaku jurnalis isih ngurusi kancane,Lha Sampaiyan nek ra bodrek arep mangan opo?mung carmu meres wae sing rung konangan mbah Widodo,aku nulis neng internet paling Mbah widodo yo ra ngerti ,Umur wis tuo kari pirang dino tho mbah,rambute wae wis ra tuhkul

  3. Saya selaku seorang jurnalis merasa bangga dengan media TARGET karna brani mengungkap suatu fakta dan kbenaran, jangan sampai kita jurnalis diidentikkan dengan kebusukan dan pemerasan. Salut untuk media TARGET!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: