BAGAIMANA MELIHAT JEBRES DEWASA INI, DAN TANTANGANNYA KEDEPAN (ARISTOTELES, CALEG 4 HANURA JEBRES. SURAKARTA)


180px-lokasi-surakarta-jebres

Jebres sebagai suatu kecamatan di Surakarta berkembang pesat selama sepuluh tahun belakangan ini. Tadinya dia hanyalah wilayah pinggiran Timur-Utara Surakarta yang berbatasan secara memanjang dengan Kabupaten Karanganyar.

Dalam sejarahnya, visi Pemerintah Kodya DATI II Surakarta dimasa lalu untuk menempatkan UNS, pemindahan RSUD DR. MUWARDI dan pembentukan kawasan pemukiman PERUMNAS Mojosongo di daerah ini merupakan sebuah langkah yang tepat. Visi inilah yang menyebabkan Jebres merupakan sebuah kecamatan yang termasuk paling dinamis perkembangannya di Kota Surakarta.


Secara geografis, Kecamatan Jebres dibagi 2 wilayah berdasarkan konturnya : Jebres Utara yang berbukit-bukit dan dataran tinggi serta Jebres Selatan yang rendah (beberapa tempat ada di bawah muka air kali bengawan Solo). Hal ini menyebabkan sifat pemukiman yang terbentuk berbeda; padat tradisional di selatan dan dinamik berkembang di utara.

desain-banner11Keterbatasan mutu layanan sarana/pra sarana di wilayah Jebres berdasar geografis dan batasan kontur tadi jadi ikut terimbas. Di wilayah selatan jalan lebih tertata tetapi saluran drainase rawan banjir dan padat penduduk menimbulkan kesan kumuh. Sementara Jebres Utara ditandai jalan-jalan dimana lebih rendah tingkat mutu layanannya, sumber air yang susah didapat di beberapa tempat dan aksestabilitas transportasi yang terbatas pula.

Pola interaksi sosial masyarakat, Jebres merupakan salah satu kawasan yang paling Colorfull (beragam) di wilayah Surakarta. Penduduknya sangat multietnis, multirasial, multisosial dan multi religi.

pict1573Kawasan Jebres yang terbentuk secara tradisional di selatan maupun secara tertata dinamis di Utara. Sebagian tempat adalah “Surakarta center of excelent” di beberapa bidang. Di bidang kesehatan pusatnya adalah RSUD DR. MOEWARDI Jebres, RS DR. OEN dan Kantor Cabang PMI. Bidang Pendidikan Tinggi ditandai adanya UNS dan ISI Surakarta. Di bidang media informasi, kehadiran KANTOR TATV di Mojosongo. Sementara di bidang perdagangan, siapa yang tidak kenal PASARGEDE, TERMINAL PETIKEMAS KA Jebres dan wilayah pergudangan dan bongkar muat barang PEDARINGAN.

TANTANGAN JEBRES KEDEPAN

Tantangan Kedepan PERTAMA wilayah Jebres adalah bagaimana center-center of excellent itu tersebut makin signifikan meningkatkan kesejahteraan warga Jebres. Apakah dinamika dan keluhannya warga terakomodasi secara keseluruhan mungkin tidak bisa dicapai secara langsung, tetapi langkah kearah itu harus mulai dilakukan.

Kuncinya adalah PENETAPAN PRIORITAS-PRIORITAS secara tepat. Contohnya misalnya untuk wilayah selatan yang didominasi pemukiman padat, Pecinan dan kampung-kampung, sektor perdagangan tradisional harus digalakkan secara lebih intensif lagi.

Sementara wilayah utara yang kurang padat lebih diarahkan untuk pengembangan bidang pendidikan, budaya dan kesehatan. Diharapkan penetapan prioritas-prioritas yang tepat akan membuka lapangan kerja baru, meningkatkan kesejahteraan dan akhirnya meningkatkan taraf hidup warga Jebres secara signifikan.

Tantangan kedepan KEDUA wilayah Jebres adalah bagaimana pelayanan publik lebih baik tingkat layanannya dibandingkan sekarang.

Dalam hal ini POLA TRADISONAL-MODERN harus dikawin-silangkan untuk memberi hasil optimal. Yang dimaksud peningkatan tingkat layanan publik menggunakan gabungan pola tradisonal-modern adalah sebagai berikut :”

Pola Tradisional” dipakai dalam hal pendekatan budaya malu (pekewuh) aparat/perangkat pelayanan publik untuk tidak memberikan pelayanan yang manusiawi dan maksimal kepada warganya.

pacdiklatenSementara “Pola Modern” adalah dalam hal meninjau tingkat kemajuan dan keberhasilan layanan publik tersebut. dengan pendekatan ini diharapkan aparat/perangkat pelayanan publik baik di bidang pemerintahan, kesehatan, pendidikan, pendapatan daerah dan sebagainya menjadi insan yang benar-benar ingin mengabdi untuk “memberikan pelayanan terbaik tanpa diskriminasi”bagi warganya khususnya warga Jebres..

Tantangan kedepan KETIGA wilayah Jebres adalah peningkatan mutu sarana/pra sarana yang ada di wilayah ini. Dalam hal ini tidak bisa tidak POLA BOTTOM UP-TOP DOWN harus juga dikawin-silangkan.

Pola Bottom Up dikedepankan ketika suatu keinginan warga yang mendasar dan baik tentang suatu hal sarana/pra sarana yang ingin dibangun kuat disuarakan.

Sementara Pola Top down harus dikedepankan untuk penetapan jangka panjang/strategis tentang apa-apa saja yang ingin dibangun. Syarat utamanya adalah didasarkan oleh visi yang kuat. ketika kedua pola dikawinkan maka semua sarana/pra sarana yang nanti terwujud pasti akan meningkat mutunya.

Tantangan kedepan KEEMPAT wilayah Jebres adalah bagaimana mengefisienkan mengelola sumber daya alam dan tranformasi penggunaan energi.

Di wilayah utara, beberapa daerah adalah daerah yang terkenal “sulit air”. Walaupun pembangunan banyak sumur artesis oleh PDAM sekarang dirasakan benar manfaatnya, tetapi jika tidak ada pengelolaan dan pengendalian terhadap lonjakan penduduk di kawasan ini (misal daerah Mojosongo , Mipitan dan Kentingan) tidak mustahil di beberapa tahun kedepan kawasan ini akan krisis air bersih !

Demikian pula dengan sumber energi, ketidak jelasan konversi energi sekarang (minyak tanah mau dihentikan penyalurannya tetapi pengelolaan gantinya, gas elpiji masih saja amburadul) harus diberi jalan keluar yang tidak membuat rakyat kecil makin menderita.

Dalam hal ini POLA KEPERDULIAN aparat/perangkat daerah menjadi sangat menentukan. Mereka-mereka ini haruslah insan-insan yang perduli dan mempunyai “sense of crisis” yang tinggi terhadap hal-hal ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: