GARA-GARA DIDUGA MENJUAL SEMEN BANTUAN PEMERINTAH, KADES BUNDER DIPERIKSA KEJAKSAAN


Tahun 2008 lalu diduga pernah terjadi dobel anggaran Bantuan semen Sobermas, Kependudukan dan KB Kab. Gunungkidul dalam satu proyek. Dari data DO pengiriman droping semen 2008 terjadi pengiriman ganda terjadi di desa Bunder, kecamatan Patuk.

Penyaluran semen tersebut melibatkan perusahaan penyalur UD. Musyafir dan CV. Pratama. Kejadian tersebut menyebabkan pemeriksaan dugaan penjualan semen bantuan yang dilakukan Kejari Wonosari.

Waktu itu CV. Pratama mendapat pesanan semen dari UD. Musyafir. Pengiriman dilakukan, tetapi karena dalam prosesnya tidak melalui posko UD. Musyafir, akhirnya terjadi 2 kali pengiriman yang menyebabkan penyelidikan Kejari diatas.

Sementara itu menaggapi kasus tersebut, Kades Ngoro-oro, kecamatan Patuk, Sagiran membenarkan bahwa pihaknya pernah dipanggil kejaksaan menyangkut kasus semen di desa Bunder. Dalam hal ini dia diminta keterangan.

“Akibat kasus tersebut, semua kades sempat dipanggil Kejari dimintai keterangan,” lanjutnya.Kepala desa Bunder sendiri baru saja diadukan warga masyarakatnya dengan dugaan adanya 15 poin penyimpangan. Sementara itu Sagiran saat di kejaksaan Wonosari mengatakan,”Saya menjawab apa adanya, masalah pembangunan desa urusan desa masing-masing”.

Kades Bunder, Kabul Santoso sendiri ketika diminta konfirmasi menyangkut pengaduan warganya menyangkut dugaan 15 poin penyimpangan membantah keras. “Tidak benar dugaan penyimpangan tersebut, dan hanya dibuat oleh orang-orang yang tidak senang dengan kepemimpinan di desa Bunder saja,” katanya.

Kasus 15 poin penyimpangan ini sempat sampai diperiksa Inspektorat Kab. Gunungkidul dan Kejari Wonosari.

Antisipasi Dobel Anggaran dan Penyimpangan

Mengantisipasi kejadian seperti diatas , Kadin Pemberdayaan Masyarakat, Kependudukan dan KB Kab. Gunungkidul Sugeng Pratopo S.sos kepada targetnews menegaskan bahwa untuk pendistribusian bantuan semen tahun anggaran 2009 akan lebih diperketat lagi pengawasannya.

Bantuan sebanyak 140.000 zak semen dan 250 drum aspal dari Kab. Gunungkidul itu dengan alasan apapun tidak boleh dijual, termasuk untuk biaya transportasi kedusun-dusun sekalipun.Jika hal ini dilanggar lanjutnya, maka pemerintah desa bersangkutan akan dikenakan sanksi.

Dia juga menegaskan kepada setiap kades agar hati-hati dan cermat dalam melakukan pembangunan fisik di desanya. Jangan sampai terjadi dobel anggaran dalam satu proyek yang sama.

Dia juga menambahkan bahwa kemungkinan terjadi dobel anggaran dalam satu proyek adalah sangat besar karena saat ini pemerintah mengucurkan bantuan dalam berbagai bentuk program. Program tersebut seperti ADD Kabupaten, ADD Propinsi, PNPM-MP, semenisasi Sobermas dan PPI.

Sugeng menambahkan bahwa antisipasi kedepan juga untuk pengawasan maka untuk pembangunan jalan cor rabat misalnya dalam satu titik lokasi tidak boleh ada dana yang sama, kecuali dalam satu ruas jalan untuk menyambung pembangunan yang terdahulu. Caranya adalah di tiap titik lokasi pembangunan harus ada penandaan yang jelas.

“Harus ada pemberian tanda yang jelas, mana program ADD, mana yang PNPM dan mana yang bantuan Sobermas, sehingga ketika ada pemerikasaan secara langsung dapat ditunjukkan dengan jelas,” katanya

(Em)

Satu Tanggapan

  1. Wow, I didn’t heard about that up to now. Thanks.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: