GROBOGAN KEKURANGAN PUPUK


Grobogan, Targetnews

Kabupaten Grobogan yang merupakan daerah terluas kedua setelah Cilacap di propinsi Jateng memiliki areal persawahan seluas 63.343 Ha. Dari areal itu seluas 29% irigasi teknis, 54,4% tadah hujan sementara sisanya tegalan dan pekarangan.

Dalam setiap musim tanam, banyak pupuk urea yang dibutuhkan sebanyak 95 ribu ton/tahun. namun dari pengajuan hanya mendapat alokasi 75.990 ton/tahun, sehingga masih ada kekurangan yang harus dipenuhi.

Wakil Bupati H. Icek Baskoro, SH. mengatakan hal tersebut saat menerima Tim Monitoring dan Evaluasi KP3 (Komisi Pengawas Pupuk dan pestisida) Jateng tahun 2009, di ruang rapat setempat di Purwodadi. Tim KP3 yang beranggotakan Dinas/Instansi terkait Jateng, juga melibatkan Polda dan Kejati Jateng. Selain itu hadir juga Kepala badan/Instansi terkait dan Camat se-Grobogan.

Lebih lanjut WaBup Icek mengatakan bahwa kebutuhan pupuk terbanyak terserap saat musim tanam tiba. Kekurangan pupuk terasa makin parah karena banyak para petani menggunakan pupuk pabrik melebihi takaran yang ada.

Demikian juga penggunaan pupuk untuk tanah tegalan perhutani yang digarap warga sekitar hutan. Mereka sebenarnya bukan terhitung sebagai penerima pupuk bersubsidi, kenyataannya malah juga bisa ikut memakai pupuk bersubsidi.

Selain itu, kurangnya pupuk juga diakibatkan oleh para distributor maupun pengecer nakal, menjual pupuk di luar daerah dengan harga lebih mahal.

“Bagi siapa saja yang dapat menangkapdistributor yang menjual pupuk ke luar daerah, saya siap memberi hadiah Rp. 10 juta,” kata Icek. Ditambahkan bahwa di kabupaten Grobogan tercatat dari temuan, ada 11 distributor, 900 pengecer resmi dan 900an pengecer ilegal.

Dalam rapat tersebut Ketua Rombongan KP3, jateng, Komarsi, SH. menjelaskan maksud diadakannya monitoring dan evaluasi tim KP3 ke Kab. Grobogan, yaitu dalam persiapan monitoring penyaluran pupuk di tahun 2009 ini. Diakui bahwa pengawasan penyaluran pupuk memang masih lemah. Bukan saja di Grobogan kekurangan pupuk dirasakan petani, tetapi di daerah lain juga keadaannya sama.

Untuk memutus mata rantai kelemahan penyaluran pupuk, mulai 2009 ini semua para Camat dan Kades akan dilibatkan dalam Tim KP3 kecamatan dan desa. Tugas Tim ini untuk awasi pupuk mulai perencanaan sampai proses penyaluran.

“Memang saya akui kebutuhan pupuk kepada petani akan selalu kurang, sebab antara kebutuhan dan alokasi tidak pernah seimbang. Tapi pemerintah tetap berusaha memenuhi kebutuhan pupuk petani. Hal ini sebagai upaya untuk mempertahankan swasembada pangan, khususnya beras,” kata Komarsi.

(SP)

2 Tanggapan

  1. ada solusinya bos…….sekarang ada ZUREA (PENCAMPUR/PENGIRIT UREA) ,,,,,,,

  2. kasian banget daerahku,sabar yaa..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: