KASUS ANTASARI AZHAR, AKANKAH KPK “SURUT” ?


Jakarta, Targetnews

Sebelumnya, Antasari ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung dalam kasus pembunuhan Direktur Utama PT Rajawali Putra Banjaran, Nasrudin Zulkarnaen. “Antasari Azhar adalah satu tersangka dari pelaku intellectual dader (otak pelaku). Tempat tanggal lahir di Pondok Pinang 18 Maret 1953,” ujar Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung (Kejagung) Jasman Panjaitan membacakan surat dari Mabes Polri. Hal itu disampaikan Jasman dalam jumpa pers di Kejagung, Jl Sultan Hasanuddin, Jakarta Selatan, Jumat (1/5/2009). Surat yang diterima Kejagung Jumat ini tersebut ditandatangani Kabareskrim Komjen Pol Susno Duadji.

Empat pimpinan KPK lain kemudian bertindak cepat, menonaktifkan sementara Antasari dari posisinya sebagai ketua KPK.Kepemimpinan KPK sejak 1 Mei 2009 diemban untuk sementara secara kolektif bergantian antara keempat pimpinan KPK tersebut.

Sementara itu dari ICW, Wakil Koordinator Indonesia Corruption Watch, Adnan Topan Husodo, mengatakan kasus tersebut tak berhubungan dengan lembaga Komisi Pemberantasan Korupsi. “Kasus ini tak melibatkan empat pimpinan KPK lain,” kata Adnan

Adnan menilai, kasus ini memang berpotensi merusak citra KPK. Apalagi, Antasari merupakan pimpinan lembaga tinggi negara. Tapi, Adnan melanjutkan, kasus ini murni kriminal. “Kasus ini harus dilihat secara proporsional. Jangan terlalu jauh menduga kasus ini berbau politik,” katanya. Peran KPK, kata Adnan, tetap dibutuhkan untuk menyelidiki dugaan korupsi. Ia meminta empat pimpinan KPK lain menjadikan kasus Antasari ini sebagai pemacu pengungkapan kasus korupsi lain. Terutama, kasus yang belakangan terkesan macet seperti kasus Agus Condro, aliran dana Bank Indonesia, kasus jaksa Urip Tri Gunawan, dan kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI). “Kasus-kasus itu bisa ditelusuri lebih lanjut. KPK bukan hanya milik Antasari seorang,” katanya

Terkuaknya teka-teki pembunuhan Dirut PT Putra Rajawali Banjaran Nasrudin Zulkarnaen menjelang Pemilu Presiden 8 Juli mendatang jadi mengundang banyak spekulasi.Untuk menghindari adanya dugaan politisasi, Ketua MPR HIdayat Nurwahid meminta agar kepolisian segera membereskan kasus yang juga menyeret Komisaris Utama PT Pers Indonesia Merdeka (PIM) Sigid Haryo Wibisono.”Kasus itu jangan sampai jadi bola liar menjelang pilpres,” ujar Hidayat di Kantor PP Muhammadiyah, Jakarta, Sabtu (2/5/2009).

Banyak pertanyaan yang menyeruak akibat adanya kasus ini. Apakah kasus yang menimpa ketua KPK ini benar-benar murni kriminal atau politis. Hal ini karena waktu terbongkarnya sangat dekat dengan waktu penyelenggaraan pemilu dimana ditandai memanasnya suhu politik dan manuver banyak pihak.

Pertanyaan lain apakah dengan hal ini jajaran kepemimpinan KPK lainnya terus bekerja efektif tanpa terpengaruh oleh kasus yang menimpa Ketuanya ini. Apakah ini bisa diindikasikan adanya “kekuatan besar” yang mencoba mengendalikan KPK ataukah tidak. Bagaimana pula dengan kelanjutan penyelidikan kasus-kasus korupsi yang belum selesai dan lain-lain…. semoga KPK tetap setia di jalan kebenaran.

(Ars dari beberapa sumber)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: