Pembangunan Pasar Boyolali, Pertaruhan Nama Baik Bupati, Sri Moeljanto


Jarang-jarang pimpinan no. 1 di Kabupaten menjamin langsung kepada suatu proyek di wilayahnya. Tapi kalau nilai nominalnya mencapai Rp. 26,9 milyar (sebagai catatan PAD-Pendapatan Asli Daerah Boyolali saja hanya Rp. 65 milyar) ya jelas harus ada jaminan khusus.

Jaminan itulah yang dilakukan oleh Bupati Boyolali, Sri Moeljanto dalam hal pembangunan Pasar Boyolali. “saya diberi pesan oleh masyarakat agar dalam pembangunan pasar Boyolali jangan mengulang kesalahan seperti 3 pasar sebelumnya,” kata Bupati.

Antisipasi terhadap hal itu jelas sudah dilakukan. Dalam hal ini rupanya sudah diinstruksikan beliau untuk struktur organisasi panitia proyek dibuat berbeda dengan kegiatan proyek lainnya. Bupati menambahkan beberapa instrument dalam struktur kepanitian seperti timpenasehat, konsultan pengaws, P3JK (Panitia Pemilih penyedia Jasa Konstruksi) dan Tim penguji Mutu.

Dalam perkembangan pelaksanaan proyek, Kadinas Disperindagsar Boyolali, Sri Hartinah selaku penanggung jawab proyek bahkan sudah memastikan bahwa pembangunan akan tepat waktu. Beliau pastikan demikian setelah mengadakan rapat evaluasi terakhir bersama semua pihak terkait. Kendala-kendala teknis seperti adanya batu besar di rencana pondasi, adanya jaringan eksisting PT. telkom, penutupan sungai dan kesepakatan jam lembur.

“semua sudah bias diatasi, tinggal persoalan kespakatan jam lembur. Sementara dari pihak rekanan sudah menjamin memastikan mampumenyelesaikan pekerjaab sesuai kontrak yaitu batas akhir 4 Nopember,” kata Sri.

“Memang pada tahap pekerjaan minggu ke 19 ada keterlambatan realisasi sebesar 4,9 %. Disperindagsar sudah membuat surat peringatan ke rekanan, PT. Tata Bumi Raya dan S.P tersebut sudah diterima dan ditindaklanjuti rekanan,” lanjut Sri.

Sementara terkait tudingan dari Ketua DPRD, Saptoto tentang indikasi rekanan mensub-kan proyek pekerjaan kepada yang lain, Kadinas membenarkan hal tersebut. Namun beliau menganggap bukanlah pelanggaran hal tersebut karena sesuai kontrak kerja subkontraktor dibenarkan sepanjang jumlahny minimal 10% dan maksimal 20% dari jumlah nilai kontrak keseluruhan.

Adapun pekerjaan yang disubkan beliau menerangkan adalah pekerjaan pasangan, finishing, lansekap dan pasar darurat. “Itu nilanya jika dijumlahkan hanya 13,3% dari kontark atau sekitar Rp. 3,5 miliar,” papar Suhartinah. (A-Tim-berbagai sumber)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: