Distanbun Grobogan, Masalah Pupuk Kondusif


Grobogan, Targetnews

Ditemui di ruang kerjanya di Kantor Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Grobogan, KaDinas Drs Moh. Sumarsono, MSi menyatakan pada Musim Tanam I (MT I) ini masalah pendistribusian pupuk khususnya pupuk bersubsidi adalah kondusif.

Semua sistem pengendalian yang ada saling melengkapi dalam hal pengawasan, sehingga kelangkaan dan penyelewengan distribusi di lapangan bisa ditekan seminim mungkin. Semua itu dimulai dari di tingkat Kelompok Tani pengguna pupuk yang dibantu aparat penyuluh pertanian masing-masing diminta menyusun RDKK sehingga dengan luas areal dan jumlah pemakai satu kelompok dapat diketahui berapa zak total kebutuhan kelompok.

Masing-masing anggota kelompok pun mendapat Kartu kendali distribusi, yang selalu memuat informasi tentang sudah berapa zak petani tersebut sudah menerima dan memakai pupuk subsidi yang sudah terdistribusi.

RDKK dan kartu kendali distribusi setelah berjalan akan diawasi menggunakan Surat Penanggulangan, dimana masing-masing kelompok langsung terpetakan statusnya, apakah masih memerlukan pupuk ataupun sudah cukup. Sehingga pupuk subsidi yang terdistribusi tidaklah mungkin untuk berlebih dan kekurangan secara ekstrim dalam satu waktu di satu wilayah.

Dengan sistem pengawasan ketat inilah maka diharapkan harga pupuk dapat lebih stabil karena spekulan-spekulan harus berpikir dua kali mencari kesempatan dalam kesempitan. Beberapa waktu lalu juga dengan koordinasi rapi banyak pihak maka ada beberapa kasus distribusi pupuk ilegal keluar daerah Grobogan dapat digagalkan, seperti kasus di Brati dimana hamper 6,5 ton pupuk yang mau diselundupkan keluar (Blora) dapat digagalkan.

SMS Budeg

Cuma ada satu hal yang mengganjal Kadinas Distanbun Grobogan, Sumarsono yaitu mengenai persoalan SMS budge. Gara-gara SMS ini nyangkut ke nomer Wabup selaku Ketua pelaksana pengendalian distribusi pupuk, satu hari Minggu yang cerah yang semestinya merupakan hari libur di kalangan dinas menjadi ajang kesibukan yang melelahkan.

Bagaimana tidak, SMS yang menginformasikan adanya distribusi pupuk illegal di Tawangsari tersebut rupanya hanya salah persepsi belaka. Truk yang mengangkut distribusi pupuk untuk kelompok tani disana tersebut tidak bisa masuk kelokasi gudang penyimpanan, sehingga dilangsir menggunakan mobil pikup ukuran lebih kecil. Pengangkutan oleh mobil-mbil pikup ukuran kecil tersebutlah yang dianggap seagai terjadi pendistribusian pupuk illegal, padahal setelah dicek dokumen dan ketersediaan stok di gudang kelompok tani tersebut ternyata tidak ada masalah apa-apa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: