Perbaikan Jalan Antar Desa di Sragen Gunakan Rigid, Sebuah Terobosan


Sragen, Targetnews

Ditemui di ruang kerjanya di Kantor Dinas Pekerjaan Umum Jl. Setiabudhi 3 Sragen, Kadinas PU Sragen Ir. Zubaidi menanggapi dengan banyaknya perbaikan jalan antar desa dan antar kecamatan dengan dirigid (dicor beton).

Beliau mengatakan bahwa hal tersebut memang disengaja sejak perencanaan perbaikannya. Hal pertama karena perbaikan dengan dicor akan memudahkan pelaksanaan. Ini disebabkan  karena tidak diperlukan mobilisasi alat berat seperti stoomwalls ke daerah yang diperbaiki seperti pada perbaikan pada jalan aspal Hotmix maupun aspal penetrasi.

Hal kedua karena akan memudahkan pengawasan kendali mutu pekerjaan. Hal ini disebabkan karena semua cor tersebut menggunakan beton readymix, sehingga mutu K-nya dapat lebih dipertanggung jawabkan.

Alasan Ketiga karena akan mempermudah perawatan sementara umur konstruksinya juga lebih lama dibandingkan jalan aspal. Sifat beton yang lebih tahan air dan lebih kuat jelas menjadi alas an utamanya.

Namun Kadinas juga menyatakan bahwa ada juga kelemahan perbaikan jalan dengan menggunakan rigid beton. Pertama yang jelas biaya pengerjaannya memang mahal karena harga material dasarnya memang sudah mahal (semen). Kedua yang jelas memang waktu pengerjaan relative lebih lama karena jalan tersebut prktis qidak boleh dilewati sebeleum umur beton cukup keras (umumnya 14-28 hari).

Dari peninjauan di lapangan bersama baik oleh agensi Targetnews, maupun elemen LSM KOMPAK Jateng untuk proyek APBD 2009, seperti jalan Kacangan-Tlogotirto sepanjang 5,8 km, memang didapati bahwa struktur utama badan jalan menggunakan bahan cor beton (rigid pavement). Konstruksi pengerjaan cukup bagus, dan terbukti cukup membuka keterisolasian suatu daerah sehingga bisa ikut berkembang maju seperti daerah-daerah lainnya.

Lebih lanjut Zubaidi mengatakan bahwa dinas PU juga mengagendakan kemitraan dengan masyarakat dan pemerintah desa terlalui jalan-jalan tersebut. Kemitraan ini dalam rangka pemeliharaan non struktur jalan seperti bahu jalan (bereman) dan saluran-saluran drainase di sisi-sisi jalan. Rekanan pelaksana pekerjaan perbaikan dan pemeliharaan jalan tidak dibebani pekerjaan-pekerjaan tersebut, sebaliknya kedepan masyarakat sekitar sebagai pemakai lah yang diberdayakan, sehingga “rasa memiliki” sebagai pengguna yang disentuh.

Ya maksud dan terobosan yang baik dari dinas PU Sragen, harus kita acungi jempol. Semoga hal-hal baik terobosan seperti ini dapat dicontoh daerah lainnya.

(Tim Targetnews, SRA)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: