AGAR SELESAI TEPAT WAKTU TAHUN ANGGARAN, DAK SRAGEN 2009 KHUSUS PENDIDIKAN SUDAH DIMULAI


Sragen, TargetNews

Pelaksanaan Proyek-proyek DAK (Dana Alokasi Khusus, Red.) kabupaten Sragen untuk tahun anggaran 2009 ini sudah mulai dilaksanakan. Ini terutama dilakukan oleh dinas pendidikan. Dari pantauan wartawan target News ketika mendampingi pemantauan DAK pendidikan oleh aktifis LSM KOMPAK Jawa Tengah sudah ditemukan banyak pelaksanaan pekerjaan di lapangan.

Kebanyakan proyek tersebut di dinas pendidikan adalah pekerjaan perbaikan atau pembuatan ruang kelas beserta mebelairnya. Ini biasanya dilakukan untuk 3 ruang kelas. Proposal perencanaan pekerjaan sendiri dilaksanakan mandiri oleh sekolah dengan pengesahan semua aspek teknisnya oleh dinas pekerjaan umum kabupaten Sragen dalam hal ini Cipta Karya.

Pelaksanaan di lapangan terlihat mulai dicairkan ditandai dengan banyaknya sekolah penerima terutama SD yang mulai melaksanakan pembangunan. Hal tersebut terlihat memang untuk mengejar target tahun anggaran 2009 yang tersisa tinggal 3 bulan berjalan saja (dari Oktober sampai Desember ini). Dengan demikian diharapkan tidak ada proyek yang tertinggal, terlambat pekerjaan sampai batas waktu pencairan anggaran tahun anggaran 2009 ini yang biasanya medio atau 2 minggu terakhir bulan Desember 2009 mendatang.

Dari pantauan di lapangan juga diketahui bahwa pelaksana pekerjaan bertanggung jawab langsung kepada kepala sekolah dimana sebisa mungkin menggunakan tenaga lokal sekitar sekolah sebagai tenaga pekerjanya. Dalam pelaksanaannya juga dimungkinkan penggunaan bahan lama / bekas sejauh kualitas masih baik dan dilaporkan dalam pertanggung jawaban laporan penggunaan dana dan progress pekerjaan.

Dari keterangan seorang kepala sekolah penerima DAK didapat keterangan bahwa dana diberikan di sekolahnya sebesar Rp. 138 juta untuk rehab 3 ruang kelas, Rp. 11 juta untuk mebelair isi 1 kelas (terdiri dari 40 kursi murid, 20 meja murid, 1 kursi dan meja guru) dan biaya rehab sarana sanitasi sebesar Rp. 7 juta.

Banyaknya penggunaan DAK sebagai pekerjaan rehabilitasi ruang kelas dibanding pembuatan ruang kelas baru disebabkan banyaknya usia sekolah yang telah tua. Diatas 20 atau 30 tahun, sehingga rawan terhadap ambruk atau ambrol terutama struktur atapnya. Diharapkan dengan perbaikan yang dilaksanakan maka keselamatan peserta didik lebih terjamin karena konstruksi bangunan ruang kelas diperbaharui dan diperkuat.

(Tim)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: